Museum Siginjai Jambi

I. Pengertian museum

ICOM (The International Cuoncil of Museums) menyatakan museum adalah suatu lembaga bersifat tetap (permanen), melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak mencari keuntungan, yang mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material manusia dan lingkungannya, untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan rekreasi. 

PP No. 19 Th. 1995 : Museum adalah lembaga tempat menyimpan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

 

II. Sejarah Singkat

 Peletakan batu pertama pembangunan Museum Negeri Jambi pada tanggal 18 Februari 1981 oleh Gubernur Jambi Bapak Masjchun Syofwan, SH. Merupakan titik awalnya gerakan program pembangunan museum di Provinsi Jambi.

Lokasi pembangunan Museum Negeri Jambi merupakan milik Organisasi Persatuan Pamong Marga Desa (PPMD) Provinsi Jambi yang terdiri dari para Ninik Mamak dan Tuo Tangganai masyarakat Daerah Jambi yang dihibahkan kepada Gubernur untuk membangun Museum.

Begitu ambisi masyarakat Jambi untuk melestarikan warisan budaya, untuk menjadi pedoman para generasi penerus, hingga mereka tidak hilang jati dirinya.

Museum Negeri Jambi diresmikan pada tanggal 6 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Prof.DR. Fuad Hassan. Peresmian ditandai dengan penandatangani prasasti, maka Museum Negeri Jambi telah dapat dikunjungi oleh para pelajar, siswa dan mahasiswa serta masyarakat dan peneliti. Benda-benda warisan budaya yang terhimpun di Museum Ngeri Jambi merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur yang mencerminkan kehidupan masyarakat Provinsi Jambi pada masa lalu. 

Berlakunya Undang-undang No. 22 Th 1999 tentang   otonomi daerah, nama Museum Negeri Propinsi Jambi berubah menjadi Museum Negeri Jambi.

Perda No. 26 Tahun 2012 tanggal 12 Juni 2012, nama Museum Negeri Jambi berubah menjadi Museum Siginjei yang diresmikan oleh Bapak Gubernur tanggal 30 Oktober 2012.

 

III. Sekilas  Museum Siginjei Jambi

A. Tugas  

Museum Negeri Jambi adalah museum umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas tertentu yang diberikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam bidang pengumpulan, perawatan, pengawetan, penyajian, penelitian koleksi dan penerbitan hasilnya, memberikan bimbingan edukatif kultural benda-benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah bersifat lokal dan regional (propinsi Jambi).

B. Fungsi

  1. Melakukan pengumpulan, perawatan , pengawetan, dan penyajian benda-benda yang  mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
  2. Melakukan urusan perpustakaan da dokumentasi ilmiah.
  3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitiaan benda koleksi yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
  4. Melakukan bimbingan edukatif kultural.
  5. Melaksabakan urusan tata usaha.

 

C. V i s i

Mewujudkan Museum Negeri Jambi sebagai cerminan budaya daerah dan  menjadi pusat pendidikan dan penelitian serta pesona rekreasi

D. M i s i

  • Menjadikan Museum Negeri Jambi sebagai pusat studi ilmiah, pendidikan, rekreasi budaya, pelestarian budaya dan kepariwisataan.
  • Menyelamatkan dan mendokumentasikan warisan budaya penting bagi sejarah, iptek, kebudayaan, religi dan seni.
  • Memelihara dan memanfaatkan benda warisan budaya untuk kemajuan adab dan persatuaan bangsa.
  • Mendorong pengembangan iptek,religi, budaya dan seni dengan memanfaatkan museum  sebagai sumber inspirasi dan apresasi budaya dari generasi ke generasi.
  • Melestaarikan nilai luhur budaya bangsa dalam memperkukuh jati diri serta rasa persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.
  • Memberikan cerminan pengembangan sumber daya alam, sejarah perjuangan, seni, iptek, religi dan peradaban manusia.
  • Menjadikan museum sebagai sarana promosi potensi daerah melalui kegiatan pameran dan kerjasama dengan pihak luar.  

E. STRUKTUR ORGANISASI

  • Kepala
  • Sub Bagian Tata Usaha
  • Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Koleksi : Survei pengadaan  koleksi, pengadaan koleksi, penelitian koleksi, inventarisasi dan reinventarisasi koleksi, katalogisasi dan rekatalogisasi koleksi, penyusunan sumber data koleksi, dokumentasi koleksi, penyusunan naskah petunjuk koleksi, penyusunan naskah buku tentang koleksi, pelayanan penelitian dan study banding koleksi, dll.
  • Seksi Koservasi : Konservasi koleksi, Fumigasi koleksi, restorasi koleksi, Pengendalian kelembaban udara dilingkungan koleksi, Replikasi/reproduksi koleksi, perawatan tata ruang.
  • Seksi Bimbingan Edukatif Kultural dan Prefarasi : Penyusunan Juklak kegiatan Seksi Bimbingan, Penyusunan pedoman materi bimbingan bagi setiap jenjang pendidikan, Paket kegiatan  untuk setiap jenjang pendidikan, Memandu/membimbing pengunjung, pembuatan alat peraga ceramah, menyelenggarakan ceramah permuseuman, bimbingan karya tulis bagi siswa dan mahasiswa, demontrasi/peragaan untuk siswa, menyelenggarakan lomba bagi siswa, pagelaran seni tradisional, museum keliling, penyusunan video dan slide program, publikasi museum, seminar-diskusi dan sejenisnya.dll

 IV. Jenis Koleksi Museum Siginjei Jambi

Sebagai suatu museum umum, Museum Negeri Jambi mengumpulkan dan merawat semua jenis koleksi umum, yaitu benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah yang meliputi :

  • GEOLOGIKA Benda koleksi yang  merupakan Objek disiplin ilmu geologi antara lain Meliputi batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, Granit, andesit dll).
  • BIOLOGIKA Benda koleksi yang masuk katagori benda objek penelitian / dipelajari oleh disiplin ilmu biologi, antara lain berupa; tengkorak atau kerangka manusia, tumbuh-tumbuhan atau hewan.
  • ETHNOGRAFIKA Koleksi yang menjadi objek penelitian/disiplin ilmu antropologi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis
  • ARKEOLOGIKA Koleksi yang menjadi objek penelitian/disiplin ilmu arkeologi, seperti: Peninggalan masa prasejarah “Batu selendrit, kapak batu, dll.

  • HISTORIKA, yaitu koleksi yang menjadi disiplin ilmi sejarah, sejak masuknya budata barat, benda yang berkaitan dengan peritiwa sejarah.
  • NUMISMATIKA dan HERALDIKA yaitu koleksi mata uang dan lambang, seperti tanda jasa dll
  • FILOLOGIKA, yaitu koleksi yang menjadi objek penelitian filologi berupa naskah kuno dll.
  • KERAMOLOGIKA, yaitu koleksi keramaik terbuat dari tanah liat yang dibakar dengan suhu tertentu, seperti : piring, mangkok, dll
  • SENI RUPA, yaitu koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek dua dan atau tiga dimensi.
  • TEKNOLOGIKA,koleksi yang menggambarkan perkembangan teknologi tradisional sampai dengan teknologi modern.

{mospagebreak}

V. Ruang Di Museum Siginjei Jambi

RUANG HALL : Merupakan ruang pertama pada pameran tetap yang menampilkan ;Makna lambang Propinsi Jambi, Data Gambaran Per Kabupaten Kota se-Provinsi Jambi, Ruang Introdution (pengenalan wilayah Jambi dalam bentuk audio visual.

 

 

 

 

 

PAMERAN TETAP :  Memasuki lobi anda dapat lambang Propinsi Jambi dengan untaian kata “Sepucuk Jambi sembilan lurah” , Setelah itu anda akan mulai memasuki ruang pameran ruang sejarah alam, dengan informasi tentang potensi alam: batu-batuan, fossil kayu, kayu langka dan kualitas tinggi daerah Jambi,hewan langka yang perlu mendapat perlindungan, data koleksi  Jambi dari masa ke masa.

 

Ruang Muaro Jambi : Ruang ini menampilkan informasi mengenai Muaro Jambi dan Situsnya.

 

 

 

 

KHAZANAH JAMBI: Ruang khusus tentang koleksi yang merupakan koleksi unggulan.

 

 

 

 

BUDAYA JAMBI : Menggambarkan evolusi sistem perekonomian tradisional masyarakat dari yang sederhana hingga modern, mulai dari kegiatan berburu dan meramu sampai pada adat perkawinan (Pelaminan dan amben) pakaian pengaten per Etnis (Suku Kubu, Kerinci, Suku Penghulu, Suku Melayu Pantai Timur, Suku Batin, Suku Pindah, Suku Melayu Jambi), Mebatik, Menenun, Permainan rakyat Jambi.

 

Ruang turun tangga : gambaran kehidupan masyarakat Jambi di Gua .

 

 

 

 

Ruang keramik : Temuan Pembukaan, temuan Galian dan temuan Bawah laut     Ruang ini dipamerkan tentang perahu lajur, benda arkeologi lumbung, kincir padi, dan alat angkutan tradisional lainnya.


Ruang Perpustakaan : Di pustaka Museum Negeri Jambi tersedia buku dan bahan informasi lainnya sebanyak + 3000 judul tentang kebudayaan umum dan potensi lainnya.

 

 

Dokmus 069

Auditorium : Museum Negeri Jambi memiliki ruang pertemuan (Auditorium) dengan kapasitas + 350 tempat duduk, yang digunakan untuk Ceramah, seminar dan sejenisnya, dan dapat pula dimanfaatkan untuk berbagai acara lainnya.

Sawung – Sawung : Untuk belajar, rekreasi keluarga dan Foto Prawedding.

 

Dokmus 055

 

{mospagebreak}

VI. Koleksi Unggulan Museum Siginjei Jambi

ARCA Avolokiteswara : Kedua arca ini ditemukan di situs Rantaukapastuo, Kab. Batanghari, secara tidak sengaja oleh petani pada tanggal 3 Februari 1991. Arca ini bukan berasal dari situs, karena di lokasi penemuan tidak terdapat tanda-tanda kepurbakalaan. Arca dewa bertangan empat ini dalam keadaan relatif utuh walau bagian belakang dan bawahnya rusak akibat patah. Kedua arca perunggu berlapis emas ini digambarkan mengenakan sejenis kain. Arca ini merupakan salah satu puncak dari seni kejayaan Kedatuan Sriwijaya.

KALUNG EMAS : Terbuat dari Jalinan kawat emas lengkap dengan   gespernya. Ditemukan di Desa Lambur I Kabupaten Tanjungjabung Timur, seluruhnya terbuat dari emas 18 karat dengan sebuah bendul kecil masih terikat diujungnya. Kalung ini ditemukan tahun 1994 oleh seorang wanita saat akan membersihkan ladangnya didalam timbunan abu gambut. Pemerintah memberi imbalan seharga emas ditambah uang sebagai tanda terima kasih karena telah menyerahkannya kepada negara.

SABUK EMAS : Ditemukan di Desa Lambur Kab. Tanjung Jabung Timur, kadar emasnya 18 dan 20 karat, terbuat dari sambungan ribuan cincin-cincin kecil terikat menjadi satu. Asal-usulnya sukar diketahui karena tidak ada tanda yang spesifik, mengingat lokasinya yang berada dekat pantai, didominasi oleh rawa-rawa maka dapat dipastikan sabuk emas ini atau logam emasnya, didatangkan dari luar daerah Lembur. Emas sendiri banyak dihasilkan melalui penambangan di tepi sungai Batanghari hingga sekarang, terutama daerah pedalaman pada aliran Sungai Batanghari yaitu Bungo dan Merangin.

 

ARCA BUDHA : Arca kecil ini ditemukan di situs Rantaukapas Limaumanis, Kabupaten Tebo. Lokasi aslinya tidak diketahui karena saat diterima tahun 80-an oleh pemerintah  tanpa disertai catatan yang memadai. Seperti halnya arca-arca Budha lainnya di Jambi, arca ini pun memiliki gaya seni Gandhara dicirikan oleh jubah tipis yang dikenakan sang Budha. Awalnya seluruh permukaan arca dilapisi oleh emas, namun karat-karat (korosi) yang terbentuk dibawah lapisan emas menyebabkan permukaannya rusak dan mengelupas.

MEDALI TURKI : Sebagai bukti persahabatan antara Kesultanan Jambi dengan Kesultanan Turki. Diberikan oleh Sultan Turki sebagai penghargaan kepada utusan Sultan Taha Saifuddin yang berkunjung ke Turki dalam upaya meminta dukungan Sultan Turki dalam menghadapi Belanda di Jambi. Pada bagian lingkaran tertdapat tulisan arab :

Bagian atas memiliki arti Kasih sayang

Bagian Kanan memiliki arti Kejujuran

Bagian Kiri memiliki arti Semangat

Bagian bawah berarti Angka tahun 1298 H

 

Sedangkan pada bagian tengah lingkaran terdapat lambang yang terstilir yang dirangkai dari tulisan kaligrafi.

TANDUK BERTULISKAN INCUNG : Naskah ditulis pada tanduk kerbau dengan teknik gores, bagian ujung tanduk terdapat motif melingkar. Tulisan naskah berbahasa kerinci kuno dengan aksara incung. Naskah yang diperkirakan telah berumur 3 abad lebih ini berisikan tentang tata cara memanggil roh para leluhur, petuah-petuah dan syarat-syarat menjadi pemimpin. Dari bentuknya seperti terompet, kemungkinan digunakan sebagai media untuk memberitahukan atau khabar tentang keadaan bahaya, adanya kerjaan besar dan pengumuman pemimpin kepada masyarakatnya.

 

ARCA DIPALKSMI & ARCA DEWI : Arca wanita ini terbuat dari perunggu dengan tinggi 32 Cm lebar 11,5 Cm. Ditemukan di Koto Kandis Muara Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi diperkirakan berasal pada abad ke 13-14 M. Nama Dipalaksmi, karena memegang lampu (Dipa), Dipalaksmi adalah satu Pantheon dalam kebudayaan Hindhu. Dipa adalah atribut dari Dewi Laksmi, gaya seninya dari Cola (India). Arca serupa juga terdapat di Museum Price of WWales di Bombai.

 

VII. Kegiatan

Selain pameran tetap, Museum Negeri Jambi juga menyelenggarakan kegiatan penunjang, baik yang dilaksanakan di Museum maupun di luar, seperti : Pameran Khusus, Pameran Keliling, Museum Masuk Sekolah, Seminar, Sarasehan, Penyajian Audio Visual, Pagelaran Seni, Ceramah, Lomba bagi anak-anak sekolah, penelitian dan bimbingan siswa praktek/magang.

F. Pelayanan Umum

Selain dari kegiatan rutin, museum juga memberikan pelayanan umum yang bersifat teknis kepada masyarakat melalui :

1. Kelompok Pengelola Koleksi
Memberikan pelayanan tentang penelitian dan pendeskripsian koleksi pribadi serta bimbingan penelitian koleksi.

2. Kelompok Pengelola Konservasi/Preparasi
Memberikan pelayanan tentang perawatan dan penataan koleksi pribadi.

3. Kelompok Pengelola Bimbingan Edukasi
Memberikan pelayanan bimbingan penulisan skripsi bagi mahasiswa, bimbingan penulisan karya tulis bagi pelajar dan siswa yang ingin memahami budaya daerah Jambi.

     
     
     
     
     

Sumber : Museum Siginjei Jambi.

To Top