Perekonomian

PERTUMBUHAN EKONOMI

Economic Growth

perekonomian1Pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2014 adalah sebesar 6,64% Pertumbuhan terjadi pada sektor penyediaan Akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 16,24% sedangkan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada sektor jasa pendidikan yaitu sebesar 0,51 % jika di tinjau menurut lapangan usaha, laju pertumbuhan Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Jambi Tahun 2014. Tetap di dominasi oleh usaha yang berkaitan dengan Aktivitas Perkotaan. Lapngan uasaha yang tumbuh di atas rata rata pertumbuhan PDRB adalah sektor penyediaan Akomodasi makan dan minum (16,24 %) Jasa kesehatan kegiatan social (12,96%) pengadaan listrik dan gas (9,61%) Transportasi dan pergudangan besar dan eceran Reparasi mobil dan sepeda motor (8,76%) Administrasi Pemerintahan, pertahanan, dan jaminan social wajib (7,00%) dan informasi dan komunikasi (6,95%) .

The economic growth in Jambi city in 2014 amauted to 6,64% the highest accurred in the sector of provision of accommodation and drnk, the sector of education services, at 0,51% If viewed by the industry, the growth rate of gross Regional domestic product (GRDP) of jambi city in 2014 Remained dominated by the bussinesss associated with urban activity the businesses growing above the average growth of the GRDP was in the sector of provision of Accomodation and eat drink (16,24%) Health services and social Activities (12,96%) Procurement of electricity and gas (9,61%) ,Transportation and ware housing (9.22%) , wholesale and retail, repair cars and motor cicles (8,76%) , public Administration, the defence and compulsory social security (7,00%) , and information and communications (6,95%) .

No . Uraian

Descriptions

2012 (%) 2013 (%) 2014 (%)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3,89 4,34 5,45
2. Pertambangan dan Penggalian 1,55 2,87 1,18
3. Industri Pengolahan 7,62 6,04 6,57
4. Pengadaan Listrik dan Gas 11,60 9,34 9,61
5. Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang 1,05 1,52 3,26
6. Bangunan 16,74 27,58 4,07
7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan sepeda Motor 8,81 9,20 8,76
8. Transportasi dan Pergudangan 9,01 6,45 9,22
9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 9,02 7,20 16,24
10. Informasi dan Komunikasi 2,17 2,35 6,95
11. Jasa Keuangan dan Asuransi 10,48 12,63 3,53
12. Real Estate 5,3 4,20 4,02
13. Jasa Perusahaan 4,30 2,49 6,16
14. Administrasi Pemerintahan, Pertanahan, dan Jaminan Sosial Wajib 3,02 3,19 7,00
15. Jasa Pendidikan 7,71 2,81 0,51
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,39 10,77 12,96
17. Jasa Lainnya 3,16 2,56 2,36
PDRB 7,63 8,27 6,64
*Laju Pertumbuhan PDRB Kota Jambi atas Dasar Harga Berlaku

 

INFLASI

Inflation

Pada tahun 2015, inflasi kota Jambi tercatat 1,37%, lebih rendah dibandingkan tahun 2014 (8,72%), serta lebih rendah dari inflasi nasional (3,35%).

Inflasi Kota Jambi terjadi pada kelompok pengeluaran barang dan jasa karena kenaikan indeks. Namun penyumbang inflasi tertinggi di Kota Jambi terjadi pada kelompok Transparansi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Penyumbang kedua pada Kelompok Perumahan, air, listrik, Gas, dan bahan Bakar. Ini masih disebabkan oleh kenaikan harga barang bahan bakar minyak (BBM), sehingga menyebabkan biaya transparasi pun meningkat. Pada urutan jenis barang Kota Jambi, bensin masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi yang kemudian disusul oleh cabai merah.

Tingkat inflasi di Kota Jambi berada di urutan keenam terendah dari 23 kota yang dihitung tingkat inflasinya di Sematera. Inflasi di Kota Batam, Sedangkan indlasi terendah terjadi di Kota Meulaboh.

Penurunan tingkat inflasi di Kota Jambi utamanay disebabkan oleh deflasi pada kelompok volatile food yang relatif dalam, yaitu sebesar 3,20% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2014 yang mengalami inflasi cukup tinggi (11,77%yoy). Hal ini disebabkan kecukupan stok bahan pangan seiring program pemerintah Kota Jambi dalam rangka peningkatan produksi cabai merah dan sayuran. Disamping itu, turunnya permintaan masyarakat akibat kabut asap yang menghambat aktivitas perekonomian masyarakat selama triwulan II 2015 turut mengurangi permintaan bahan makanan. Sementara itu, inflasi yang terjadi pada kelompok administered price sebesar 1,60% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (16,20% yoy) (Grafik 1.2). Penurunan inflasi kelompok tersebut utamanya disebabkan hilangnya base effect dampak kebijakan menaikkan harga BBM pada November 2014. Inflasi inti juga sedikit menurun dari 3,71%(yoy) pada tahun 2015.

Source: BPS

Source: BPS

in 2015 , the inflation in Jambi city was recorded 1.37% , lower than in 2014 ( 8.72% ) , And lower than the national inflation (3.35 % ) .

 The inflation in Jambi occurred in groups of expenditures for goods and services due to the increase of the index. However, the highest contributor to the inflation in Jambi occurred in transportation, communication, and Financial Services. The second contributor happened to the group of Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel. This was caused by the risting prices of fuel. This was caused by the rising prices of duel oil (BBM), resulting in increased transportation costs. On type of goods in Jambi City, gasoline was still the highest contributor to inflation which was then followed by the red chili.

 The inflation rate in Jambi city was the sixth lowest of 23 cities in which their inflation rates were calculated in Sumatra. The highest inflation in 2015 occurred in Batam city, while the lowest inflation was recorded in the Meulaboh city.

The decline in the inflation rate in the city of Jambi was primarily due to deflation in the volatile foods which was relatively deep, which amounted to 3.20% (yoy), lower than the 2014 inflation rate which was quite high (11.77%yoy). This was due to the adequacy of stocks of foodstuffs in line with the programs by government of Jambi City in order to increase the production of red chilli and vegetables. In addition, the decline in consumer’s demand was due to the smog that inhibited the activity of the community’s economy during the second quarter of 2015 had helped reduce the demand for foodstuffs. Meanwhile, inflation in the administered prices group amounted to 1.60% (yoy), for lower than the previous year (16.20%yoy)(Graph 1.2). The decline in inflation was primarily due to the impact of the loss of the base effect of fuel price increase in November 2014. Core inflation was also slightly decreased from 3.71% (yoy) in 2014 to 3.68% (yoy) in 2015.

PENDAPATAN ASLI DAERAH

Local Revenue

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bersumber Dari :

  • Hasil pajak daerah
  • Hasil retribusi daerah
  • Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
  • Lain – lain pendapatan asli daerah yang sah

Realisasi penerimaan PAD Kota Jambi tahun 2015 mencapai Rp. 264.058.916.732,17 atau 86,54 % dari target penerima sebesar Rp. 305.138.943.000,00 dan memberikan kontribusi sebesar 16.89% terhadap pendapatan kota jambi tahun 2015 (mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 204,98% ). Jika dibandingkan dengan jumlah penerimaan PAD tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 246.427.699.826,28 maka PAD tahun 2015 meningkat 7,15 % atau mengalami penambahan sebesar Rp. 17.631.216.905,89.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi terus menunjukan kecendrungan yang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini akan terus diupayakan untuk meningkat dengan cara menggali setiap potensi yang ada, diantaranya adalah Intesifikasi Pajak atau Retribusi daerah, Ekstensifikasi Pajak atau Retribusi daerah, dan Pengelolaan Perkembangan Realisasi Pendapatan (PAD) Kota Jambi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Tabel Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi
Tahun Target

(000)

Realisasi (000) Realisasi (%)
2010 70.151.343 70.842.049 100,98
2011 85.821.531 98.999.979 115,36
2012 100.633.402 113.090.049 112,38
2013 132.910.000 149.041.969 112,14
2014 196.639.197 246.427.699 125,32
2015 305.138.943 264.058.916 86,54

Local Revenue (PAD) sourced from :

  • Results of local taxes
  • Results of levies
  • Results of the wealth management of separated area
  • Other legitimate Local revenues

The realization of PAD reveue of Jambi City in 2015 reached Rp. 264,058,916,732,17 or 86,54% of the revenue target of Rp. 305,138,943,000.00 and contributed 16,89 % to the revenue Jambi City in 2015 (an increase compared to 2014 which reached 204.98%). When compared with the number of admissions revenue in 2014 it amounted to Rp.246,427,699,826.28 the PAD in2015 increased by 7.15% or an increase of Rp. 17,631,216,905.89. The following table shows a comprasion of the target and actual revenue in 2014 and 2015.

Local Revenue (PAD) Jambi City continues to show an upward trend from year to year. It will continue to be pursued to increase by digging every existing potential, including the intensification of regional taxes or levies, taxes or levies, Extansification of areas, and efficient and effective management of enterprises.

Actual ddevelopments revenue (PAD) Kota Jambi from year to year continues to increase.

(Sumber: Dinamika Pembangunan Kota Jambi Tahun 2016)
To Top