Bersiap Hadapi Musim Hujan dan Banjir, Pemkot Jambi dan DPR RI Tinjau Progres Pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako

Senin, 26 Oktober 2026

Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., mendampingi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Dr. Edi Purwanto, S.H.I., M.Si., meninjau progres pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako di kawasan Lingga Permai, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin sore (26/10/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, Ferdinanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Kolam retensi yang dibangun sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Jambi ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

Dalam peninjauan tersebut, Edi Purwanto menyampaikan optimisme terhadap progres pembangunan kolam retensi. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada akhir November 2026.

“Kami tentu senang melihat progres pembangunannya. Mudah-mudahan pada akhir November nanti seluruh pekerjaan sudah selesai,” ujar Edi.

Ia berharap keberadaan Kolam Retensi Telago Kajang Lako tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai estetika dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, penataan kawasan dapat diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga keberadaan infrastruktur tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.

“Kita berharap kawasan ini juga memiliki nilai estetika, sehingga dapat memperindah wajah kota. Di sisi lain, kita ingin melihat upaya pengendalian banjir di Kota Jambi berjalan optimal,” katanya.

Edi juga berharap pembangunan kolam retensi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain apabila hasil evaluasi menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi risiko banjir. Upaya serupa, menurutnya, dapat dikembangkan di lokasi lain yang telah dipetakan Pemerintah Kota Jambi, termasuk kawasan Kembar Lestari.

Ia turut mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong percepatan pembangunan kolam retensi tersebut melalui koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait.

“Saya mengapresiasi upaya Wali Kota Jambi dalam mengawal pembangunan ini dengan jemput bola. Mudah-mudahan upaya bersama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan rencana pemanfaatan kawasan Telago Kajang Lako agar tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Menurutnya, lokasi kolam retensi yang berada di kawasan perkotaan dan tidak jauh dari Kantor Wali Kota Jambi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu ruang publik yang mendukung kegiatan ekonomi dan pariwisata.

“Kita akan menyiapkan mekanisme agar kawasan ini memiliki nilai ekonomi. Ada dua kawasan yang direncanakan menjadi pusat UMKM, dengan memprioritaskan masyarakat terdampak dan warga kurang mampu. Kita juga akan menyiapkan dukungan permodalan agar mereka dapat menjalankan usaha di sini,” jelas Maulana.

Selain pengembangan UMKM, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas jogging track dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pariwisata. Pemerintah Kota Jambi juga akan melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan agar aktivitas masyarakat berlangsung tertib dan sesuai peruntukannya.

Maulana menambahkan, pemerintah kota akan menuntaskan proses ganti rugi lahan milik warga terdampak pembebasan lahan di sempadan sungai, dengan luas sekitar 0,7 hektare.

Dari sisi fungsi pengendalian banjir, Kolam Retensi Telago Kajang Lako dirancang untuk membantu mengurangi persoalan banjir di sepanjang aliran Sungai Sistem Asam. Berdasarkan perhitungan dan kajian yang dilakukan, kolam retensi tersebut ditargetkan mampu menangani sekitar 60 persen persoalan banjir di kawasan aliran sungai tersebut. Infrastruktur ini juga dilengkapi pintu air untuk membantu mengatur aliran air di kawasan Lingga Permai.

“Berdasarkan kajian yang dilakukan, kita berupaya agar fungsi kolam retensi ini dapat berjalan optimal. Tentu, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang baik,” kata Maulana.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan peran Anggota DPR RI Dapil Jambi dalam mendorong pembangunan di Kota Jambi, khususnya infrastruktur pengendalian banjir melalui pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako.

Maulana berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Jambi dapat terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

"Dengan sama-sama kita berjuang kita bisa melakukan pembangunan ini yang insya allah manfaatnya dapat dimanfaatkan masyarakat," pungkas Wali Kora Maulana.