Bunda PAUD Nadiyah Dorong Transformasi Pembelajaran PAUD Berbasis Deep Learning, Dongeng Jadi Media Pembentukan Karakter Anak di Era AI

Jumat, 06 November 2026

Penulis: Agre Ilham Ramadhani | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui penerapan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning. Salah satunya dengan mengoptimalkan kegiatan mendongeng sebagai metode pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu mengembangkan daya pikir, kreativitas, imajinasi, dan karakter anak sejak dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Implementasi Pembelajaran Deep Learning PAUD Melalui Kegiatan Mendongeng yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Jambi di Aula Baperida Kota Jambi, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan ini diikuti 100 pendidik PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) serta Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Jambi. Pelatihan menghadirkan dosen PG-PAUD Universitas Trilogi Jakarta sekaligus akademisi dan praktisi storytelling, Agung Cahyo Karyadi, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Nadiyah, Sp.OG., hadir secara langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada para pendidik. Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mardiansyah, jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Ketua PD HIMPAUDI Kota Jambi Nevi Herlysa, serta Ketua PD IGTKI Kota Jambi Rahimah.

Dalam arahannya, Nadiyah menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan menghafal, membaca, dan berhitung secara mekanis, tetapi harus mampu membangun kemampuan berpikir, memahami, mengolah informasi, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembelajaran sekarang sudah tidak bisa lagi hanya bersifat superfisial, yang cuma menyuruh anak menghafal, belajar menghitung, membaca, atau sekadar menerima informasi. Itu sudah bukan zamannya lagi, apalagi dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kalau kita mau bersaing menghafal atau menghitung dengan AI, kita tidak akan sanggup. AI bisa menjawab persoalan rumit dalam hitungan detik," ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan, tantangan pendidikan di era AI adalah bagaimana mempersiapkan anak agar memiliki kemampuan yang tidak sekadar bertumpu pada penguasaan informasi, tetapi juga mencakup daya nalar, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kecerdasan emosional dan sosial.

Untuk itu, pendekatan deep learning menjadi penting diterapkan sejak jenjang PAUD melalui tiga prinsip utama, yakni mindful, meaningful, dan joyful learning.

Prinsip mindful atau berkesadaran mengajak anak memahami apa yang sedang dipelajari, memiliki kesempatan bertanya, serta memperoleh penjelasan hingga benar-benar mengerti. Selanjutnya, meaningful atau bermakna berarti pembelajaran harus dekat dengan kehidupan anak dan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, dan peduli terhadap lingkungan.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Sementara itu, joyful atau menyenangkan menekankan bahwa proses pendidikan anak usia dini harus berlangsung dalam suasana yang menggembirakan melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bereksplorasi, dan bercerita.

"Deep learning memiliki tiga komponen kunci. Pertama, mindful atau berkesadaran, artinya anak-anak sadar dan paham apa yang sedang mereka pelajari. Kedua, meaningful atau bermakna, yaitu pembelajaran yang kontekstual dan tidak abstrak, sehingga bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, joyful atau menyenangkan, karena pendidikan anak usia dini harus diisi dengan bermain, bernyanyi, dan bercerita agar menumbuhkan semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat," jelasnya.

Lebih lanjut, Nadiyah menilai kegiatan mendongeng merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan ketiga prinsip tersebut. Melalui cerita, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak mengenali berbagai situasi, memahami perasaan orang lain, mengembangkan imajinasi, serta belajar membedakan perilaku baik dan buruk.

"Mendongeng bukan cuma menyampaikan cerita, tetapi melalui cerita kita membentuk kemampuan berpikir dan merasakan. Ketika ada tokoh cerita yang sedih atau terluka, kita merangsang empati anak. Pengalaman emosional di masa kecil ini akan melekat kuat dan membentuk karakter jangka panjang, seperti nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan bakti kepada orang tua," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa investasi terbesar dalam pembangunan daerah bukan semata-mata pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung megah, melainkan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini harus menjadi salah satu prioritas dalam menyiapkan generasi masa depan Kota Jambi yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mardiansyah, menyampaikan bahwa PAUD merupakan fondasi penting dalam membangun karakter, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menumbuhkan kreativitas anak. Pada fase tersebut, proses belajar harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak melalui pengalaman yang menyenangkan, interaksi dengan lingkungan, permainan, dan keteladanan.

"Pendidik PAUD memiliki peranan yang sangat strategis dalam menyajikan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak tanpa memberikan beban akademik yang berlebihan," ungkapnya.

Menurut Mardiansyah, penerapan deep learning melalui kegiatan mendongeng dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan berbagai nilai karakter, seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan toleransi.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Melalui metode tersebut, pendidik dapat melibatkan anak secara aktif dengan mengajak mereka berdiskusi sederhana, memperkirakan kelanjutan cerita, menyampaikan pendapat, hingga memerankan tokoh-tokoh dalam cerita. Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran PAUD yang berkualitas, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

"Keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, penuh kasih sayang, dan menghargai keunikan setiap anak. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kota Jambi agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman," pungkasnya.

Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik langsung teknik storytelling interaktif yang dipandu Agung Cahyo Karyadi. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menyampaikan cerita, membangun interaksi, serta menghidupkan suasana belajar agar pesan dalam dongeng dapat diterima dan dipahami anak.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap para pendidik PAUD semakin inovatif dalam mengembangkan metode pembelajaran. Tidak sekadar mengejar kemampuan akademik dasar, tetapi juga membangun fondasi karakter, kreativitas, daya kritis, dan kecerdasan emosional anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan di era digital dan kecerdasan buatan.