Grand Final Bujang Gadis Kota Jambi Sukses Digelar, Maulana : Panggung Lahirnya Generasi Muda Yang Membawa Harapan dan Berdaya Saing
Rabu, 13 Mei 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, puncak dari rangkaian Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 sukses digelar. Semarak budaya dan semangat generasi muda mewarnai malam Grand final Bujang Gadis 2026 yang digelar di Maulidia Convention Center, pada Selasa malam (12/05/2026).
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana. M.K.M, didampingi Ketua TP. PKK Kota Jambi Dr.dr. HJ. Nadiyah, Sp.OG, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi Ketua GOW Kota Jambi Marsya Listya, S.E, B.COM, hadir menyaksikan seluruh rangkaian acara hingga penobatan Bujang dan Gadis tahun 2026.
Mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future”, ajang tahun ini menekankan pentingnya peran anak muda sebagai pelestari budaya lokal yang inovatif sekaligus penentu masa depan daerah. Sebanyak 11 pasang finalis terbaik beradu kemampuan demi meraih gelar Bujang Gadis setelah melalui tahapan seleksi ketat sejak April lalu.
Wali Kota Jambi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar malam penobatan tetapi ini menjadi panggung lahirnya generasi muda yang membawa harapan, karakter, kreativitas, dan identitas budaya Kota Jambi menuju masa depan yang lebih maju, inklusif dan berdaya saing.
"Malam hari ini dengan bangga kami menyaksikan anak - anak muda Jambi bisa tampil, bisa Public speaking dengan baik, bisa menampilkan budaya dengan baju - baju khas Jambi," ucapnya.
Maulana juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bagian dari pembinaan generasi muda agar mempunyai visi kedepan yang baik dan mempunyai kemampuan untuk memahami Kota Jambi lebih dalam dari berbagai aspek. Terutama dari segi kebudayaan yang telah banyak berkembang dimasyarakat.
"Generasi muda jumlahnya lebih banyak dari kita saat ini, mereka harus memahami betul budaya yang tumbuh dan berkembang dari generasi ke generasi di Kota Jambi. Kemudian setelah tau dan paham harus mampu mengkomunikasikan ini sebagai sejarah kejayaan masa lalu untuk menatap kesukseskan dimasa depan. Maka kontribusi mereka sangat krusial, salah satunya melalui peran sebagai Bujang dan Gadis Jambi," jelasnya.
"Kejayaan - kejayaan masa lalu ini harus bisa diangkat melalui narasi - narasi modren, melalui platfom digital, media sosial. Ini yang harus kita angkat dan kita tidak boleh melupakan budaya masa lalu untuk kebaikan masa depan dengan tetap menumbuhkan karakter asli Melayu Jambi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan, ditahun ini Kota Jambi akan menjadi tuan rumah dengan berbagai event Nasional. Oleh karena itu, Bujang Gadis harus mampu tampil dan menjawab setiap pertanyaan tentang Jambi secara utuh dan mampu menjadi simbol keteladanan generasi muda yang ramah terhadap para tamu.
"Adek - adek kita ini lah yang sebagian nantinya akan bertugas untuk mengenalkan Jambi dan menjadi teladan sebagai sosok anak muda yang baik karakternya, sehingga tidak hanya cantik dan tampan rupanya tetapi juga memiliki intelektual tinggi," ungkapnya.
“Semua finalis ini adalah pemenang di bidang masing masing masing dan menjadi simbol karakter anak Kota Jambi diera saat ini yang harus menjadi contoh teladan kebaikan,” tambahnya.
Kepada 11 pasang finalis, Wali Kota Maulana juga mengucapkan selamat, dengan harapan setelah terpilih nantinya, Bujang Gadis Kota Jambi dapat mendorong wisata dan mengenal budaya lebih luas, sehingga membawa nama Kota Jambi khususnya, baik dikanca Regional, Nasional bahkan Internasional.
“Kepada orang tua saya juga ucapkan selamat karena anak-anaknya telah bisa tampil di ajang ini. Mudah -mudahan dapat mendorong motivasi untuk lebih sukses dimasa depan. Serta saya juga ucapkan terima kasi kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik didukung semua tim dan sponsor,” pungkas Wali Kota Maulana.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi, Mariani Yanti mangatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan wadah pembinaan kepada generasi generasi muda yang tidak berfokus pada penampilan tetapi juga melalui kemampuan komunikasi dan menanamkan nilai budaya, wawasan, kretivitas, serta kepedulian sosial.
“Dari awal jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 102 orang terdiri dari 47 Bujang dan 55 Gadis dari semua Kecamatan di Kota Jambi,” katanya.
Ia menyebut, sebelum tampil di malam puncak, para finalis telah menjalani berbagai tahapan pembekalan dan pelatihan, mulai dari pengembangan kepribadian, public speaking, pariwisata, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, hingga promosi daerah.
“Kami berharap mereka bukan hanya menjadi duta pariwisata, tetapi juga representasi generasi muda yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan kreatif,” singkatnya.
Setelah menjalani berbagai rangkaian pada malam grand final tersebut, Dewan Juri menetapkan M Yusril Rhaka Reswara asal Kecamatan Jambi Selatan (Mahasiswa Bisnis Digital Universitas Dinamika Bangsa) dan Enjelita Dea Nova asal Kecamatan Danau Sipin (Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Jambi) sebagai Bujang dan Gadis Kota Jambi Tahun 2026.
Pada malam grand final Bujang Kota Jambi tahun 2026 ini, turut hadir Unsur Forkomfinda Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.SI, beserta jajarang dilingkungan Pemkot Jambi, serta Instansi Vertikal, dan tamu undangan lainnya.