Lepas Studi Tiru LAM ke Pulau Jawa, Maulana Dorong Pelestarian Adat Melayu Jambi

Senin, 12 Oktober 2026

Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi melepas rombongan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi untuk melaksanakan studi tiru ke sejumlah daerah di Pulau Jawa, Senin pagi (12/10/2026). Salah satu tujuan kunjungan tersebut adalah Keraton Kanoman Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan, memperkuat pelestarian budaya, serta menggali pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan adat istiadat. Melalui kegiatan tersebut, LAM Kota Jambi diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai tradisi serta hukum adat Melayu Jambi di tengah arus modernisasi.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, kegiatan studi tiru tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan perkembangan adat Melayu Jambi kepada daerah lain sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya di Kota Jambi.

Menurutnya, pengembangan adat dan budaya merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia, khususnya pada aspek berbudaya. Hal itu ditunjukkan melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, termasuk Lomba Kampung Adat dan pembentukan kelompok belajar adat Melayu Jambi.

“Pagi ini saya melihat langsung perkembangan Lembaga Adat Melayu Kota Jambi dalam mendukung visi Kota Jambi Bahagia Berbudaya. Perkembangannya cukup pesat. Lomba Kampung Adat telah dilaksanakan di 11 kecamatan, sementara kelompok belajar adat yang awalnya hanya tiga kelompok kini berkembang menjadi 46 kelompok,” ujar Maulana.

Ia berharap, jumlah kelompok belajar adat tersebut terus bertambah sehingga seluruh kelurahan di Kota Jambi dapat memiliki kelompok belajar adat sebagai wadah pembinaan dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Maulana juga mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda dalam berbagai kegiatan adat di tingkat kelurahan. Menurutnya, partisipasi generasi muda menjadi indikator penting bagi keberlanjutan tradisi Melayu Jambi.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita karena proses regenerasi dan pengembangan adat berjalan dengan baik. Saya mengapresiasi peran Datuk Aswan Hidayat beserta seluruh pengurus LAM yang terus berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan adat Melayu di Kota Jambi,” ungkapnya.

Maulana menjelaskan, rombongan LAM Kota Jambi akan mengunjungi sejumlah daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan tradisi budaya, di antaranya Cirebon, Yogyakarta, dan Semarang. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi, pengalaman, serta gagasan yang dapat diterapkan untuk memperkuat pelestarian adat Melayu Jambi.

Ia mencontohkan Cirebon yang memiliki sejarah panjang kesultanan dengan warisan budaya yang masih terjaga, termasuk Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan kawasan makam Sunan Gunung Jati. Sementara itu, Yogyakarta juga memiliki tradisi kesultanan yang tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya masyarakatnya.

Menurut Maulana, pengalaman dari daerah-daerah tersebut dapat menjadi referensi bagi Kota Jambi untuk terus menggali dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta warisan budaya yang dimiliki, termasuk jejak Kesultanan Jambi.

“Melalui studi tiru ini, kita berharap mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana daerah lain menjaga dan mengembangkan kebudayaannya. Pengalaman dan gagasan yang diperoleh nantinya dapat menjadi bahan untuk memperkuat pelestarian adat Melayu di Kota Jambi,” katanya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ia juga berpesan agar rombongan menjaga nama baik Kota Jambi selama melaksanakan kunjungan serta menjadikan perjalanan tersebut sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan para tokoh adat, ulama, dan pemangku kebudayaan di daerah tujuan.

Maulana turut mendoakan agar seluruh rombongan diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama perjalanan hingga kembali ke Kota Jambi. Ia juga mengajak rombongan mendoakan masyarakat Kota Jambi agar segera terbebas dari dampak kabut asap melalui turunnya hujan.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya mengucapkan selamat menjalankan studi tiru. Semoga perjalanan ini membawa manfaat, menambah wawasan, dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk kemajuan adat Melayu di Kota Jambi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa LAM Kota Jambi baru saja melaksanakan Lomba Kampung Adat tingkat Kota Jambi yang melibatkan 11 kecamatan. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dan berjalan lancar.

Ia menjelaskan, salah satu hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah semakin berkembangnya kelompok belajar adat Melayu Jambi. Dari semula tiga kelompok, kini telah bertambah menjadi 46 kelompok belajar adat.

“Kami berharap hingga akhir tahun ini seluruh 68 kelurahan di Kota Jambi telah memiliki kelompok belajar adat. Kami juga melihat semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran adat Melayu Jambi,” ujar Aswan.

Ia menambahkan, kegiatan studi tiru ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pengurus dan tokoh adat di tingkat kecamatan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Lomba Kampung Adat. Selain memperluas wawasan kebudayaan, rombongan juga akan bersilaturahmi dengan pihak kesultanan, keraton, serta para tokoh agama di sejumlah daerah tujuan.

Menurutnya, rombongan akan membawa profil Kota Jambi beserta program-program pengembangan budaya yang menjadi bagian dari visi Kota Jambi Bahagia Berbudaya. Melalui kunjungan tersebut, LAM ingin memperkenalkan sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi serta mendukung pembangunan masyarakat.

“Kami ingin membawa nama baik Kota Jambi, khususnya budaya Melayu, ke Pulau Jawa. Kami juga akan mempelajari berbagai pengalaman pengembangan adat dan kebudayaan di daerah yang dikunjungi. Insyaallah, hal-hal positif yang diperoleh akan kami bawa pulang untuk dipelajari dan diterapkan bersama para datuk di tingkat kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Aswan menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jambi atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada LAM untuk melaksanakan studi tiru tersebut. Ia berharap kegiatan ini semakin memperkuat semangat para pengurus adat dalam mendukung pembangunan kebudayaan di Kota Jambi.

Melalui kegiatan ini, LAM Kota Jambi diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kebudayaan antardaerah, tetapi juga mampu memperkuat pewarisan nilai-nilai adat Melayu kepada generasi muda, sehingga tradisi dan identitas budaya Kota Jambi tetap terjaga dan berkembang di tengah perubahan zaman.