Majang Puto Hadirkan 276 Karya Fotografi, Angkat Cerita Manusia dan Ruang Kota
Senin, 02 November 2026
Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Seni Fotografi bertema “Manusia, Ruang dan Cerita” yang digelar oleh Majang Puto di kawasan Kota Tua, Pasar Jambi.
Apresiasi tersebut disampaikan Diza saat membuka secara resmi pameran yang berlangsung pada 2 hingga 8 November 2026 di Kedai Kopi Rasa Sedap, Pasar Jambi, Senin (02/11/2026).
Pembukaan pameran turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah dan jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi serta para pegiat seni dan fotografer di Kota Jambi.
Diza menilai pameran tersebut memiliki makna yang mendalam meskipun dikemas secara sederhana. Menurutnya, tema yang diangkat mampu menggambarkan fotografi sebagai medium untuk merekam kehidupan, ruang, dan berbagai cerita yang ada di tengah masyarakat.
“Acaranya simpel, namun penuh makna, sesuai dengan tema yang diangkat, ‘Manusia, Ruang dan Cerita’,” ujar Diza.
Ia menekankan bahwa fotografi bukan sekadar karya visual, melainkan juga ruang untuk bercerita dan merekam perjalanan kehidupan yang dapat dikenang dari masa ke masa. Melalui fotografi, berbagai peristiwa dan pengalaman dapat diabadikan sehingga memiliki nilai sejarah.
“Sebagai penikmat, saya menyebut foto itu sejuta cerita atau sejuta makna yang dapat diambil dari berbagai perspektif,” ungkapnya.
Diza juga menyoroti pentingnya mengenalkan seni fotografi kepada generasi muda Kota Jambi. Dengan komposisi penduduk yang didominasi generasi muda serta perkembangan teknologi yang semakin pesat, fotografi dinilai dapat menjadi ruang kreativitas sekaligus sarana untuk memahami lingkungan dan budaya visual.
Di sisi lain, Diza turut menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tantangan tersendiri bagi dunia fotografi. Ia menilai pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan, kreativitas, serta karakter personal seorang fotografer.
“Bukan berarti penggunaan AI itu salah, tetapi seorang fotografer sebaiknya tetap memiliki cita rasa dan karakter tersendiri yang dibangun melalui keterampilan,” tuturnya.
Ia berharap pameran ini dapat menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi bagi para pelaku seni, sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan kita bisa saling mengenal. Pemerintah Kota Jambi tentunya terbuka untuk mendukung kegiatan seperti ini,” pungkas Diza.
Pameran yang diinisiasi Majang Puto ini lahir dari visi dua fotografer dan seorang museolog untuk menghadirkan ruang apresiasi fotografi sekaligus merawat budaya visual melalui karya.
Sebanyak 276 karya dipamerkan dalam empat kategori, yakni story, series, karya tunggal, dan karya dengan pendekatan fotografi street humanis.
Setiap karya menyimpan proses, perjalanan, pengalaman, dan waktu yang berbeda. Sebagian lahir dari perjalanan panjang, sebagian lainnya berangkat dari interaksi dengan masyarakat, serta kepekaan para fotografer dalam menangkap momen-momen sederhana di sekitar mereka.
Melalui pameran ini, Majang Puto menghadirkan fotografi sebagai medium untuk merekam kehidupan sekaligus mengajak masyarakat melihat cerita dan makna di balik setiap gambar.