Pemkot Jambi Buka Seleksi Pemagangan ke Jepang 2026, 160 Peserta Ikuti Tahapan Seleksi
Senin, 19 Oktober 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi membuka Seleksi Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026 untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Seleksi hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, Drs. H. A. Ridwan, M.Si., di Aula Grha Siginjai, Lantai 6, Kantor Wali Kota Jambi, Senin (19/10/2026).
Sebanyak 160 peserta mengikuti seleksi yang berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026. Tahapan seleksi meliputi tes matematika, kesamaptaan, tes jasmani dan fisik, serta wawancara.
Dalam arahannya, Sekda Kota Jambi, A. Ridwan, menegaskan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan peluang berharga bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pengalaman kerja, serta membangun kedisiplinan dan etos kerja profesional.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, mempersiapkan diri secara maksimal, serta menjaga kesehatan dan kondisi fisik.
“Kesempatan ini tidak dimiliki semua orang. Karena itu, manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ikuti arahan para penguji, dan tunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.
Ridwan juga menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga oleh sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, serta integritas.
Menurutnya, peserta harus memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti program tersebut, bukan sekadar karena dorongan orang tua atau pihak lain. Kesiapan mental dan kesungguhan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja di luar negeri.
Ia mengingatkan para peserta agar mampu menjaga sikap dan nama baik keluarga, Kota Jambi, Provinsi Jambi, serta bangsa Indonesia.
“Jangan sampai ada laporan bahwa peserta dari Kota Jambi tidak disiplin atau tidak mematuhi aturan. Kalian membawa nama daerah. Jagalah kepercayaan ini dengan menunjukkan sikap yang baik, tanggung jawab, dan integritas,” tegasnya.
Ridwan berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pemagangan di Jepang nantinya dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia menambahkan, sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja. Karena itu, perluasan akses pelatihan dan kesempatan kerja menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, Liana Andriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa seleksi tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan generasi muda memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja internasional.
Ia menjelaskan, seluruh peserta akan mengikuti tahapan penilaian sesuai persyaratan yang ditetapkan penyelenggara. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam mengukur kemampuan, kesiapan fisik, motivasi, dan kesungguhan calon peserta.
“Program pemagangan ke Jepang bukan hanya kesempatan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga kesempatan untuk belajar, membangun karakter, memahami budaya kerja, serta meningkatkan kompetensi sebagai bekal masa depan,” ujarnya.
Liana berharap sinergi antara Pemkot Jambi, Kementerian Ketenagakerjaan RI, IM Japan, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Jambi, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja.
Perwakilan IM Japan, Agus Pramuji, menjelaskan bahwa kerja sama program pemagangan ke Jepang telah berjalan selama 33 tahun. Saat ini, sekitar 5.300 peserta sedang menjalani pemagangan di Jepang.
Ia menyampaikan bahwa seleksi dilaksanakan dengan sistem gugur tanpa kuota khusus bagi daerah. Dengan demikian, peserta yang memenuhi standar kelulusan memiliki kesempatan melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai ketentuan program.
Pada tes matematika, peserta harus mengerjakan 50 soal dalam waktu 30 menit, dengan standar kelulusan minimal 70 persen atau 35 jawaban benar.
Agus mengimbau peserta mempersiapkan diri dengan berlatih mengerjakan soal matematika, menjaga kesehatan, meningkatkan ketahanan fisik, serta memperkuat motivasi.
Ia juga menyampaikan rencana perubahan sistem pemagangan Jepang pada 2027 menuju sistem Ikusei, yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan dan perlindungan tenaga kerja. Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan calon peserta sesuai persyaratan resmi program.
Senada dengan itu, perwakilan Satuan Pelayanan BPVP Jambi, Anton Hilman, S.T., menyampaikan bahwa program pemagangan tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga meningkatkan keterampilan teknis, penguasaan teknologi, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta di Jepang diharapkan dapat diterapkan setelah kembali ke Indonesia, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Anton juga mengingatkan calon peserta agar mempersiapkan keterampilan teknis, kemampuan bahasa Jepang, serta kesiapan mental untuk menghadapi perubahan sistem pemagangan yang direncanakan mulai 2027.
Pembukaan seleksi tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Hilman Shopi Amarullah, S.Hi., M.M., perwakilan IM Japan, Agus Pramuji beserta jajaran; perwakilan LPK Aratana Kibou Jambi, Sunarto beserta jajaran, perwakilan Satpel BPVP Jambi, Anton Hilman, S.T., perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi; serta jajaran Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi.
Melalui program ini, Pemkot Jambi berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan karier di tingkat internasional.
Pemkot Jambi mengimbau seluruh peserta mengikuti seleksi dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab. Upaya ini diharapkan melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, berkarakter, serta memiliki daya saing global guna mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia.