Pemkot Jambi dan BAZNAS Salurkan Bantuan Kuota Internet Rp50 Juta bagi Siswa Terdampak Kabut Asap

Sabtu, 10 Oktober 2026

Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi menyalurkan bantuan kuota internet senilai Rp50 juta untuk mendukung keberlangsungan pendidikan siswa di tengah bencana kabut asap yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Bantuan yang bersumber dari program tanggap bencana kabut asap Kota Jambi Tahun 2026 tersebut disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Jambi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., yang diterima oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan Drs. Mardiansyah, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap. Penerapan PJJ menjadi salah satu langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

Melalui bantuan kuota internet tersebut, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran daring dari rumah tanpa terkendala akses internet. Dukungan ini juga diharapkan dapat meringankan beban orang tua, terutama keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi kontribusi BAZNAS Kota Jambi yang turut membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan.

Menurutnya, kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas, tanpa mengesampingkan hak anak untuk memperoleh pendidikan.

“Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan pemenuhan hak mereka untuk memperoleh pendidikan,” tegas Maulana.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran agar dapat dimanfaatkan oleh siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Dinas Pendidikan Kota Jambi harus memastikan bantuan ini disalurkan secara tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhamad Padli, mengatakan bantuan senilai Rp50 juta tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap siswa yang terdampak penerapan PJJ akibat kabut asap.

Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berperan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sosial, tetapi juga dapat mendukung keberlangsungan pendidikan, terutama dalam situasi darurat.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap anak-anak yang tetap harus mendapatkan hak pendidikan di tengah kondisi kabut asap. Kami berharap dukungan kuota internet ini dapat membantu siswa mengikuti pembelajaran dari rumah,” jelas Padli.

Ia menambahkan, BAZNAS Kota Jambi akan terus memperkuat sinergi dengan Pemkot Jambi dan UPZ Dinas Pendidikan untuk memastikan bantuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Dinas Pendidikan Kota Jambi berperan mengoordinasikan penyaluran bantuan melalui UPZ agar dukungan kuota internet dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan siswa.

Kerja sama antara Pemkot Jambi dan BAZNAS ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi dampak bencana kabut asap. Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan lingkungan, tetapi juga perlu memastikan hak masyarakat, khususnya anak-anak, tetap terpenuhi.

Dengan bantuan kuota internet senilai Rp50 juta tersebut, siswa di Kota Jambi diharapkan dapat mengikuti PJJ secara lebih optimal selama kondisi kualitas udara belum memungkinkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan aman.

Melalui langkah ini, Pemkot Jambi bersama BAZNAS berupaya memastikan kondisi darurat akibat kabut asap tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan.