Pemkot Jambi Matangkan Persiapan Forum Nasional Smart City 2026, Dorong Transformasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 14 Oktober 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Forum Nasional Kota Cerdas atau Smart City 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 November 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat transformasi digital pemerintahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin rapat koordinasi persiapan kegiatan tersebut bersama jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, perangkat daerah terkait, serta pihak penyelenggara di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Rabu (14/10/2026).

Hadir dalam rapat tersebut Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi RI, Aris Kurniawan, S.Sos., M.Conn., Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Mulyadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, M. Saleh Ridha, S.STP., M.E., jajaran perangkat daerah terkait, serta perwakilan Performa Event Expertindo.

Penunjukan Kota Jambi sebagai tuan rumah merupakan amanat surat Komdigi RI Nomor B-91/DJTPD.5/AI/01.02.02/2026 tentang Penunjukan Kota Jambi dalam Penyelenggaraan Forum Kota Cerdas.

Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaan tersebut. Menurutnya, forum nasional ini menjadi kesempatan bagi Kota Jambi untuk memperkenalkan inovasi pelayanan publik, berbagi pengalaman dengan daerah lain, serta menunjukkan perkembangan transformasi digital pemerintahan.

“Ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi Kota Jambi. Saat ini, pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan di berbagai daerah. Karena itu, kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dan berpotensi mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Untuk itu, Maulana meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bekerja sama dan mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan secara maksimal, mulai dari fasilitas, infrastruktur, kebersihan, penerangan, akses jalan, hingga materi inovasi yang akan diperkenalkan kepada para peserta.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas forum, tetapi juga oleh kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan pelayanan yang dirasakan para tamu selama berada di Kota Jambi.

Kota Jambi akan menjadi tuan rumah dua agenda yang saling berkaitan, yakni Jambi Smart City Festival pada 15–17 November 2026 dan Forum Nasional Kota Cerdas pada 18–19 November 2026.

Jambi Smart City Festival akan dipusatkan di kawasan Taman Banjuran Budayo dengan tema “Smart City for Better Future – Inovasi Digital Menuju Kota Jambi Bahagia”.

Sementara itu, Forum Nasional Kota Cerdas atau Smart City akan berlangsung di BW Luxury Hotel Kota Jambi dengan tema “Smart City Transformation: Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi Digital”.

Kedua agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah daerah, praktisi teknologi, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan guna membahas transformasi digital, inovasi pelayanan publik, pengelolaan data, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

Maulana menegaskan, seluruh OPD harus menjalankan tugas sesuai kewenangannya agar persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia juga meminta perangkat daerah terkait memastikan kebersihan dan penataan kawasan festival, memperbaiki penerangan yang diperlukan, serta mempersiapkan akses menuju lokasi kegiatan.

Selain kesiapan infrastruktur, Pemkot Jambi akan memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang telah dikembangkan, di antaranya pemasangan CCTV berbasis komunitas yang terintegrasi, aplikasi pelayanan publik, dan berbagai inisiatif pemerintahan digital.

“Kita ingin menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelayanan yang lebih mudah hingga lingkungan yang lebih aman,” katanya.

Jambi Smart City Festival 2026 akan menghadirkan tujuh kegiatan yang melibatkan masyarakat, pelajar, generasi muda, komunitas digital, dan pelaku inovasi.

1. Lomba Mewarnai, untuk mengembangkan kreativitas anak sekaligus mengenalkan konsep kota cerdas sejak dini.

2. Jambi Smart City Application Challenge, untuk mendorong lahirnya ide dan inovasi aplikasi digital.

3. Lomba Kampung Digital, guna meningkatkan pemanfaatan teknologi di lingkungan masyarakat.

4. E-Sport Tournament, melalui kompetisi Mobile Legends dan PUBG.

5. Ideathon, sebagai wadah pengembangan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan perkotaan.

6. Photo Competition, untuk mengabadikan kreativitas, potensi, dan wajah Kota Jambi.

7. Video Pendek, sebagai sarana menyampaikan pesan inovasi dan transformasi digital melalui konten kreatif.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Festival yang mengusung konsep kegiatan luar ruang (outdoor) ini diharapkan menjadi ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan generasi muda. Pemilihan Taman Banjuran Budayo juga menjadi upaya memadukan identitas budaya lokal dengan semangat inovasi digital.

Dalam rapat tersebut, Maulana juga mengusulkan kunjungan ke kawasan Candi Muaro Jambi sebagai salah satu agenda tambahan bagi delegasi Forum Nasional Kota Cerdas.

Menurutnya, kawasan cagar budaya tersebut memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang dapat diperkenalkan kepada peserta dari berbagai daerah. Penyajian informasi berbasis digital juga berpeluang memperkaya pengalaman wisata sejarah.

Kunjungan tersebut diusulkan pada 19 November 2026 sore, setelah agenda utama selesai, dengan pelaksanaan yang akan dikoordinasikan bersama panitia pusat.

Pemkot Jambi juga menawarkan fasilitasi transportasi bagi peserta yang berminat. Dinas Perhubungan akan dikoordinasikan untuk menyiapkan tiga unit bus listrik, dengan kemungkinan dukungan kendaraan lain sesuai kebutuhan dan ketersediaan.

Selain Candi Muaro Jambi, Pemkot Jambi mengusulkan rute wisata kota (city tour) ke sejumlah destinasi, termasuk sentra batik dan lokasi yang merepresentasikan budaya serta potensi ekonomi kreatif daerah. Dinas Pariwisata akan dilibatkan dalam penyusunan alternatif rute tersebut.

Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi RI, Aris Kurniawan, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemkot Jambi. Ia menilai penyelenggaraan forum nasional ini membutuhkan koordinasi yang kuat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi daerah tuan rumah.

Aris mencontohkan pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun sebelumnya di Yogyakarta yang dihadiri sekitar 2.500 peserta. Kehadiran ribuan peserta dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi, termasuk sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya.

“Persiapan kegiatan berskala nasional tentu tidak ringan. Namun, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi daerah untuk menggerakkan perekonomian dan memperluas kerja sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema tahun ini menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan digitalisasi pemerintahan. Dalam konteks tersebut, Kota Jambi dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pembelajaran transformasi digital pemerintahan di wilayah Sumatera.

Menurut Aris, capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta dukungan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Kota Jambi dalam mengembangkan konsep kota cerdas.

Ia berharap forum ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antardaerah, sekaligus mendorong penerapan teknologi digital yang semakin efektif dalam pelayanan publik.

Aris juga menyarankan agar publikasi Jambi Smart City Festival dan Forum Nasional Kota Cerdas disusun secara terpadu. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan pada 15–19 November 2026 dapat dipahami masyarakat sebagai bagian dari satu agenda besar pengembangan kota cerdas.

Kepala Diskominfo Kota Jambi, M. Saleh Ridha, menyampaikan bahwa persiapan terus dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, meliputi kesiapan teknis, pengamanan, pelayanan tamu, dan dukungan transportasi.

Ia menegaskan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Pemkot Jambi siap menyambut para kepala daerah dan delegasi sekaligus memanfaatkan forum ini untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan potensi daerah.

Pemkot Jambi berharap Forum Nasional Kota Cerdas 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghasilkan gagasan, pertukaran pengetahuan, dan peluang kerja sama yang berkelanjutan.

Selain memperkuat transformasi digital pemerintahan, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan jasa pendukung lainnya.

Melalui dukungan pemerintah pusat, perangkat daerah, akademisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat, Kota Jambi berkomitmen menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Bagi Pemkot Jambi, kota cerdas bukan sekadar tentang pemanfaatan teknologi, melainkan bagaimana inovasi mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, pemerintahan yang responsif, lingkungan yang aman, serta peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia, yakni mewujudkan kota yang Bersih, Aman, Harmoni, dan Agamis. Melalui Forum Nasional Kota Cerdas 2026, Kota Jambi diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang aktif mendorong transformasi digital sekaligus mampu memadukan inovasi, budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.