Pemkot Jambi Perkuat Pelindungan Data Pribadi di Lingkungan Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi Tahun 2026 untuk meningkatkan kesadaran keamanan digital di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Universitas Jambi (UNJA) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema “Membangun Sekolah yang Aman, Cakap Digital, dan Peduli Pelindungan Data Pribadi”, kegiatan ini diikuti 218 peserta yang terdiri atas pengawas, penilik, serta kepala sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Jambi.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman satuan pendidikan mengenai risiko kebocoran data, ancaman kejahatan siber, serta langkah-langkah pelindungan informasi pribadi dalam pemanfaatan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam komunikasi, interaksi sosial, dan penyelenggaraan layanan pendidikan.

Di satu sisi, teknologi digital memudahkan masyarakat mengakses informasi dan berkomunikasi tanpa batasan jarak dan waktu. Namun, di sisi lain, pemanfaatan teknologi yang tidak disertai pemahaman keamanan informasi dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data pribadi.

“Dalam setiap penggunaan teknologi informasi, selalu terdapat celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kita harus lebih cermat dan bijak dalam membagikan data maupun informasi pribadi,” tegas Diza.

Ia menekankan bahwa pelindungan data pribadi menjadi perhatian penting bagi satuan pendidikan karena sekolah mengelola berbagai informasi sensitif, mulai dari identitas peserta didik, riwayat pendidikan, hingga data kesehatan.

Menurutnya, kepala sekolah dan tenaga kependidikan perlu memahami cara menjaga kerahasiaan informasi, mencegah kebocoran data, serta mengantisipasi berbagai ancaman keamanan siber yang dapat terjadi dalam aktivitas pendidikan.

Diza juga menyoroti meningkatnya penggunaan aplikasi digital, termasuk layanan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), seperti ChatGPT, Meta AI, Gemini, dan berbagai platform lainnya.

Ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan secara bijak dengan memperhatikan keamanan aplikasi, sumber layanan, serta informasi yang dibagikan kepada platform digital.

“Kegiatan ini cukup penting untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran satuan pendidikan agar data-data pribadi, baik riwayat kesehatan maupun data pendidikan, dapat dijaga dengan baik. Bagaimana caranya, itulah salah satu tujuan dari program ini,” ujarnya.

Diza juga mengingatkan tenaga pendidik agar tidak sembarangan membagikan dokumen, identitas, maupun informasi sensitif ke ruang digital tanpa memahami risiko dan ketentuan penggunaan layanan yang digunakan.

“Tujuannya adalah menjaga keamanan dan privasi data pribadi, bukan hanya tenaga pendidik dan pihak sekolah, tetapi juga murid-muridnya,” tambahnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Lebih lanjut, Diza menegaskan bahwa peningkatan literasi digital harus diiringi dengan penguatan sistem keamanan informasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pembaruan sistem, penggunaan perangkat lunak keamanan yang mutakhir, serta penerapan kebiasaan digital yang aman menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan ancaman siber.

Ia berharap edukasi keamanan informasi dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga aparatur pemerintah dan tenaga kependidikan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Jambi, M. Saleh Ridha, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran satuan pendidikan mengenai pentingnya pelindungan data pribadi, khususnya dalam pengelolaan informasi peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.

Menurut Saleh, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kerahasiaan data yang dikelola. Kemudahan pertukaran informasi melalui teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman mengenai batasan akses, penggunaan, dan penyebaran data.

“Di era digital ini, seolah-olah tidak ada sekat lagi. Informasi begitu mudah datang, begitu pula data yang tiba-tiba tersebar tanpa persetujuan. Karena itu, kami berharap melalui sosialisasi ini para peserta dapat memahami pentingnya pelindungan data pribadi,” ujarnya.

Ia mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan menggali pengetahuan mengenai langkah-langkah praktis dalam menjaga keamanan informasi di lingkungan sekolah.

Saleh juga berharap peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan tenaga pendidik lainnya, sehingga kesadaran pelindungan data pribadi dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh satuan pendidikan di Kota Jambi.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Diskominfo Kota Jambi terus mendorong penguatan keamanan jaringan dan sistem informasi pemerintahan melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber.

Menurut Saleh, berbagai insiden peretasan terhadap situs web dan sistem digital menjadi pengingat bahwa keamanan informasi perlu diperhatikan secara menyeluruh, baik melalui penguatan infrastruktur teknologi maupun peningkatan kesadaran pengguna.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keamanan informasi dan sistem digital.

Narasumber pertama, Rizal Damar Sasangka, S.Tr.Kom., Sandiman Ahli Pertama pada Badan Siber dan Sandi Negara, menyampaikan materi berjudul “Data Pribadi Bukan Sekadar Data: Lindungi, Kelola, dan Jaga Kepercayaannya.”

Materi ini membahas pentingnya memahami nilai dan kerahasiaan data pribadi, menerapkan pengelolaan informasi yang aman, serta menjaga kepercayaan melalui praktik pelindungan data yang bertanggung jawab.

Selanjutnya, Daniel Arsa, S.Kom., M.Si., dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Jambi, menyampaikan materi “Membangun Sekolah yang Aman, Cakap Digital, dan Peduli Pelindungan Data Pribadi.”

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Materi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak, peningkatan kecakapan digital, serta penerapan prinsip pelindungan data pribadi dalam kegiatan pembelajaran dan tata kelola sekolah.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Jambi berharap seluruh satuan pendidikan semakin memahami bahwa keamanan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab setiap pengguna.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam mendukung transformasi digital yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat pelindungan data pribadi peserta didik dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan.