Sebagai Sosok Inspiratif, Wali Kota Jambi Jadi Narasumber Acara Puncak Dies Natalis ke-52 FKUB Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Admin
11 Januari 2026
Malang - Sebagai seorang dokter dan Kepala Daerah Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menjadi sosok inspiratif bagi banyak kalangan orang. Hal itu tampak setelah dirinya didapuk menjadi Narasumber pada Talkshow Acara Puncak Dies Natalis ke-52 FKUB Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Kota Malang, Minggu (11/01/2026).
Mengusung tema “Dari FKUB untuk Indonesia: Mendidik Generasi Tenaga Kesehatan Inovatif Menuju Indonesia Sehat”, Wali Kota Jambi menjadi Narasumber bersama dr. Gamal Albinsaid M.Biomed (Anggota DPR RI Komisi IX), dan Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D (Wakil Dekan 1 FKUB) dengan topik : Peran Alumni FKUB dalam Penguatan Kebijakan, Pendidikan, dan Pelayanan Kesehatan.
Peringatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen FKUB dalam berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta penguatan peran alumni dalam membangun kampus berdampak.
Sebagai alumni Kedokteran Universitas Brawijaya pada tahun 1994, kehadiran Wali Kota Jambi Maulana, ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menguatkan peran FKUB dan mendukung pembangunan institusi secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi civitas academica untuk berpartisipasi bagi bangsa dan negara.
Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana mengungkapkan bahwa latar belakang seorang dokter menjadi salah satu tonggak awal untuk bisa menjadi seorang pemimpin daerah, serta keberhasilan dalam membuat suatu kebijakan yang berdasarkan pada kesehatan masyarakat yang dapat menyejahterakan rakyat.
"Identitas kita sebagai seorang dokter menjadi basis kebijakan-kebijakan, khususnya di bidang kesejahteraan masyarakat, karena di kesehatan itu memiliki basis keilmuan yang sangat holistik," ungkapnya.
Tak hanya itu, dirinya turut menyampaikan bahwa ilmu-ilmu organisasi seperti kepemimpinan dan pengetahuan terkait entrepreneurship juga menjadi bekal yang baik ketika terjun di masyarakat.
"Banyak hal yang kami pelajari tak hanya praktek kliniknya tapi di praktek klinik sendiri mempunyai pengalaman skill yang luar biasa, saya juga pernah ikut organisasi kemahasiswaan menjadi ketua senat, hal ini menjadi bekal leadership, yang tak pernah terpikir dulu untuk menjadi dokter profesional atau spesialis, tapi tingkat kebutuhan masyarakat tinggi, sehingga itu menjadi salah satu tujuan saya menjadi seorang pemimpin," ujarnya.
"Saya sering mengelola klinik sehingga ilmu entrepreneurship di bidang kesehatan sangat berguna ketika saya mendirikan klinik dan rumah sakit menjadi bekal dalam mendorong sosial dan masyarakat. Melihat sebuah kebermanfaatan yang besar dan ada peluang untuk maju bidang politik dan alhamdulillah dipercaya oleh masyarakat menjadi wali kota," lanjutnya.
Dirinya juga tekankan, lulusan kedokteran tak hanya dapat menjadi seorang dokter tapi juga bisa berkiprah di kemasyarakatan.
"Pada masa perkuliahan, para alumni juga akan dituntut untuk berperan aktif dalam kegiatan keorganisasian. Hal ini bisa menjadi bekal dalam bermasyarakat, yang alhamdulillah mengantarkan saya sebagai Kepala Daerah saat ini," pungkas Wali Kota Maulana.
Sebelumnya, Dekan FKUB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), menegaskan bahwa keterlibatan alumni adalah nyawa dari pengembangan institusi saat ini. Menurutnya, alumni bukan sekadar lulusan yang telah pergi, melainkan mitra strategis untuk membawa perspektif kebijakan dan praktik lapangan ke dalam kurikulum pendidikan.
"Kita berharap bahwa kedepan FKUB ini bisa lebih banyak berkontribusi untuk pendidikan dan juga untuk kesehatan. Dan pada acara sekarang ini kita banyak melibatkan alumni. Jadi bagaimana kita menggalang alumni sehingga nanti kita bisa berkolaborasi untuk kebaikan Indonesia,” tutur Prof. Barli,
"Kehadiran tokoh-tokoh alumni sebagai narasumber memberikan masukan konkret bagi peta jalan pengembangan FKUB ke depan., sekaligus memandang almamater bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan akar yang membentuk integritasnya sebagai pejabat publik," singkatnya.
Melalui Dies Natalis ke-52 ini, FKUB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Indonesia dengan mendidik tenaga kesehatan yang inovatif, profesional, dan berintegritas, serta memperkuat kolaborasi dengan alumni dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan kampus berdampak dan sistem kesehatan nasional yang tangguh.