Sinergi Pemkot Jambi dan Kemenag: Wali Kota Maulana Perkuat Karakter Siswa dan Perluas Perlindungan Sosial Guru
Jumat, 02 Oktober 2026
Penulis: Agre Ilham Ramadhani | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat komitmennya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral dan akhlak yang kokoh.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan Madrasah sekaligus silaturahmi bersama jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jambi, di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Jumat (02/10/2026).
Kegiatan konsolidasi lintas sektor yang dihimpun bersama Kemenag Kota Jambi ini dihadiri oleh sekitar 138 Kepala Madrasah dari seluruh tingkatan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA/PAUD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Selain jajaran pengawas, penyuluh agama, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Jambi, pertemuan tersebut turut dihadiri unsur penegak hukum dari Kejaksaan dan Kepolisian guna memperkuat sinergi tata kelola dan kepastian hukum bagi satuan pendidikan keagamaan.
Dalam arahannya, Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan keagamaan sangat krusial dalam menyukseskan Misi pertama Pembangunan Kota Jambi, yaitu penguatan kualitas SDM yang sehat, pintar, dan berakhlak.
Menurut Maulana, pesatnya tantangan zaman dan dinamika sosial anak muda saat ini membutuhkan sinergi yang makin solid antara pemerintah daerah dan para pendidik di lapangan.
"Pendidikan karakter dan pembinaan akhlak anak-anak kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemkot Jambi dan Kemenag, khususnya para kepala madrasah dan pendidik, harus berada dalam satu barisan untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti bahaya penyalahgunaan narkoba, keterlibatan dalam geng motor, hingga tindak pidana lainnya," tegas Maulana.
Maulana menekankan bahwa Pemerintah Kota Jambi tidak pernah membeda-bedakan status sekolah, baik negeri, swasta, maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
"Bagi Pemkot Jambi, seluruh anak yang mengenyam pendidikan di Kota Jambi adalah generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan perhatian, fasilitas, serta kualitas pendidikan yang setara," tekannya.
Guna mendukung tumbuh kembang anak secara positif, Pemkot Jambi terus mengoptimalkan penyediaan ruang publik yang aman, edukatif, dan ramah anak.
Kawasan strategis seperti Danau Sipin, Telago Kajang Lako, Bajarana Budayo, Area Kota Tua, serta berbagai fasilitas olahraga disiapkan sebagai wadah kreasi agar energi positif remaja dapat tersalurkan dengan baik. Langkah ini sejalan dengan predikat Kota Layak Anak yang terus dipertahankan Pemkot Jambi, yang juga diintegrasikan melalui program berbasis masyarakat Kampung Bahagia di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Tidak hanya fokus pada peserta didik, Wali Kota Maulana juga menyoroti pentingnya kesejahteraan dan rasa aman bagi para tenaga pendidik serta pelayan keagamaan.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Pemkot Jambi terus memperluas cakupan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi guru madrasah non-ASN, marbot masjid, penggali kubur, hingga petugas penyelenggara jenazah di seluruh wilayah Kota Jambi.
"Para guru madrasah, ustadz, marbot, hingga petugas penyelenggara jenazah adalah benteng moral warga Kota Jambi. Pemkot Jambi berkomitmen memberikan jaminan perlindungan sosial agar beliau-beliau ini merasa dihargai dan memiliki kepastian perlindungan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," pungkas Wali Kota Maulana.
Sinergi Pemkot Jambi dan Kemenag ini mendapat apresiasi mendalam dari Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Jambi Habibi. Selain perlindungan jaminan sosial dan pendampingan hukum bersama jajaran Kejaksaan serta Kepolisian, Pemkot Jambi tercatat telah menyalurkan berbagai hibah aset strategis guna menunjang sarana dan prasarana pendidikan Islam serta pelayanan keagamaan.
Dukungan aset tersebut meliputi hibah gedung Asrama Haji, kendaraan operasional, penetapan hibah tanah untuk kantor KUA eksis, hingga penyiapan lahan KUA baru di Kecamatan Pal Merah, Bagan Pete, dan Danau Sipin. Pemkot Jambi juga menyiapkan rencana alokasi hibah tanah untuk pengembangan MAN 1 Kota Jambi.
"Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Wali Kota Jambi atas komitmen hibah aset tanah yang sangat dibutuhkan ini. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan," ujar Habibi.
Berdasarkan data Kemenag Kota Jambi, saat ini terdapat 138 madrasah yang menampung 28.659 siswa di seluruh wilayah Kota Jambi. Sektor pendidikan keagamaan ini didukung oleh 2.483 guru dan tenaga kependidikan, yang terdiri atas 557 PNS, 76 PPPK, serta 1.589 guru Non-ASN. Dari total guru yang ada, sebanyak 1.214 pendidik telah mengantongi sertifikasi profesi.
Melalui Rapat Koordinasi ini, terbangun kesamaan visi dan langkah konkret antara Pemkot Jambi, Kemenag, dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sejahtera, dan berkepastian hukum demi mencetak generasi Kota Jambi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan.