Wakil Wali Kota Jambi Jadi Narasumber Kuliah Praktisi di Universitas Jambi, Dorong Peran Anak Muda Menata Kota Bahagia

Admin

10 Februari 2026

cover

Muaro Jambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., hadir sebagai Narasumber Kuliah Praktisi sekaligus penguji eksternal seminar proposal mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum Universitas Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, pada Selasa (10/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung FISIPOL Universitas Jambi, Ruang Auditorium JISIP Lantai 2, ini mengusung tema “Kota Jambi Bahagia: Menata Kota dari Ruang Imajinasi dan Realisme Anak Muda”. Kuliah praktisi tersebut diikuti puluhan mahasiswa Ilmu Politik dan dihadiri para akademisi Fakultas Hukum Universitas Jambi.

BerGelar Sarjana (S.E.): Lulusan sarjana ekonomi. Gelar Master (M.A.): Meraih gelar Master of Arts dari Middlesex University, London, Inggris. Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha Dalam pemaparannya, menegaskan bahwa pengembangan Kota Jambi harus berbasis komunitas(community based development). Hal ini sejalan dengan 11 Program Unggulan Kota Jambi BAHAGIA, yang menempatkan masyarakat dan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan.

“Contoh nyata adalah Program 100 Juta per RT, di mana penguatan peran RT, pemuda, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci. Kota Jambi dengan jumlah penduduk sekitar 641 ribu jiwa, lebih dari 55 persen didominasi generasi muda (Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial). Karena itu, seluruh kebijakan dan program pemerintah kota harus relevan dengan kebutuhan dan aspirasi anak muda,” jelas Diza.

Ia menekankan pentingnya berorganisasi bagi generasi muda, baik di lingkungan kampus, masyarakat, keagamaan, maupun politik. Menurutnya, generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan, dan organisasi menjadi ruang pembelajaran penting dalam membangun ilmu, keterampilan, serta mental kepemimpinan.

image-content

“Dengan berorganisasi, anak muda ditempa untuk memiliki skill, mental, dan kemampuan memimpin. Program-program yang menyasar anak muda pasti akan memberikan impact of community, mulai dari urban initiatives, youth development, community care, hingga physical health, mental health, dan emotional wellness,” tambahnya.

Diza juga menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali berbagi pengetahuan di lingkungan akademik Universitas Jambi.

“Alhamdulillah hari ini kembali diundang oleh teman-teman dari Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Jambi. Materi yang saya sampaikan berjudul perspektif anak muda dan cara merealisasikan imajinasinya. Ini sangat relevan karena hari ini hampir seluruh program Pemerintah Kota Jambi melibatkan ide dan gagasan anak muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pemuda menjadi sangat penting karena secara demografis, 52–53 persen penduduk Kota Jambi adalah anak muda. Pemerintah Kota Jambi secara aktif melibatkan komunitas dalam berbagai sektor, mulai dari penataan kota, pengelolaan sampah, hingga pengembangan ruang-ruang kreatif.

“Ke depan, baik penataan kota maupun pengelolaan sampah, kami melibatkan komunitas untuk memberikan ide dan gagasan. Program seperti Rumel dan Balikat terus kami kembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Diza juga menyoroti keterbatasan sumber daya alam Kota Jambi sebagai tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

image-content

“Kota Jambi tidak memiliki SDA, itu yang mendorong kami untuk fokus meningkatkan kualitas SDM. Anak muda harus memberikan perspektif tentang masa depan mereka sendiri, dan tugas pemerintah adalah menerjemahkan ide-ide itu menjadi program nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi, Rio Yusri Maulana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota Jambi dalam kegiatan akademik tersebut.

“Kami merasa terhormat Bang Diza bisa hadir di JISIP. Kami terus berupaya mendekatkan dunia praktisi dengan mahasiswa. Lulusan kami ke depan pasti akan terlibat dalam pemerintahan dan politik, sehingga perspektif praktis dari seorang pejabat publik sangat penting,” ujarnya.

Ia menilai pemaparan Wakil Wali Kota Jambi memberikan gambaran nyata tentang koneksi antara persoalan komunitas dan kebijakan pemerintah, yang selama ini dipelajari mahasiswa secara teoritis di kelas.

Dalam kuliah tersebut juga disampaikan berbagai contoh praktik baik Pemerintah Kota Jambi dalam menyediakan ruang ekspresi anak muda, seperti Banjuran Budayo, Festival Asam, hingga Festival Terminal Rawasari. Ruang-ruang yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini dihidupkan menjadi D beranda kota, tempat anak muda, UMKM lokal, seniman, dan masyarakat mengekspresikan kreativitas serta menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.

image-content

Pemerintah Kota Jambi memfasilitasi tumbuhnya UMKM lokal sebagai bagian dari identitas Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa, dengan SDM unggul sebagai kekuatan utama.

Selain itu, dalam aspek tata kelola lingkungan, Pemerintah Kota Jambi mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). OPBM merupakan kelompok masyarakat yang ditetapkan kelurahan untuk melakukan pengumpulan sampah dari rumah ke rumah, penimbangan, pencatatan, serta pengelolaan sampah organik dan daur ulang, hingga pengangkutan residu ke armada DLH.

Seluruh upaya tersebut menegaskan filosofi community based development, di mana Organisasi dan komunitas menjadi aktor utama dalam pembangunan kota Jambi, mulai dari pengelolaan ruang, ekonomi kreatif, hingga kesehatan fisik, mental, dan emosional masyarakat. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda, Pemerintah Kota Jambi optimistis visi Kota Jambi Bahagia dapat terwujud secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kekuatan komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri, S.H., M.Si., Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi, Rio Yusri Maulana, S.IP., M.Ipol., Ph.D., Sekretaris Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Sutri Destemi Elsi, S.IP., M.IP., para dosen Fakultas Hukum Politik, serta mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Jambi.

Penulis : Bowo Prayitno

Editor : Eko Oktavianus