Wali Kota Maulana dan Kapolda Jambi Bersinergi Pulihkan Pulau Pandan, Dorong Transformasi Kawasan Narkoba Menjadi Kampung Produktif
Jumat, 06 November 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Pemerintah Kota Jambi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jambi memperkuat kolaborasi dalam upaya memulihkan kawasan yang selama ini lekat dengan stigma peredaran narkoba menjadi lingkungan yang aman, bersih, hijau, dan produktif. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui program Green Policing yang menyasar kawasan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin.
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Pemulihan Kawasan Narkoba dan Bakti Kesehatan Polisi Bersama Masyarakat, Jumat (06/11/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun perubahan kawasan melalui pendekatan lingkungan, sosial, keamanan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi kurve atau kerja bakti membersihkan lingkungan di sepanjang Jalan Soemantri Brodjonegoro. Kegiatan kemudian dilanjutkan di RT 06, Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin, sebelum rombongan bergerak menuju kawasan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, untuk melaksanakan penanaman pohon dan dialog bersama masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan dukungan Program Kampung Bahagia sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan Kapolda Jambi beserta Wakapolda dan jajaran Pejabat Utama Polda Jambi melalui program Green Policing. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar penghijauan dan kebersihan lingkungan, yakni membangun kedekatan, kepercayaan, serta kepedulian bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Sejak pagi tadi saya bersama Pak Kapolda Jambi telah mengunjungi tiga kelurahan. Di Kelurahan Solok Sipin dan Kelurahan Murni, kita melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan sekaligus mendukung penuh Program Kampung Bahagia, termasuk bantuan gerobak motor, pengelolaan sampah, dan berbagai fasilitas lainnya," ujar Maulana.
Khusus di kawasan Pulau Pandan, Maulana menegaskan, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen mendorong perubahan kawasan secara bertahap dan berkelanjutan. Penataan tidak hanya diarahkan pada perbaikan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi serta membangun aktivitas masyarakat yang lebih positif.
Sejumlah rencana penataan telah disiapkan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan taman, hingga penyediaan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Jalan akan kita perbaiki, kemudian akan disiapkan taman dan ruang bagi UMKM. Pak Kapolda juga memberikan dukungan penuh. Masyarakat sangat senang karena bisa berkomunikasi langsung dengan Kapolda. Ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi," ungkapnya.
Menurut Maulana, keterlibatan langsung kepolisian dan pemerintah di tengah masyarakat merupakan faktor penting dalam membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik. Kehadiran personel kepolisian dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk membantu menjaga keselamatan anak-anak sekolah di persimpangan jalan pada pagi hari, menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga dan merawat lingkungan serta mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
"Respons masyarakat sangat luar biasa. Pemerintah Kota Jambi merasa mendapatkan dukungan penuh. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kampung kita agar tetap bersih, aman, dan kompak sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik," tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menjelaskan, Green Policing merupakan bagian dari program Kapolri yang menitikberatkan pada kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Program tersebut diwujudkan melalui penanaman pohon, kegiatan menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama, serta dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, pelaksanaan Green Policing di Pulau Pandan juga diarahkan pada misi pemulihan kawasan yang selama ini memiliki stigma negatif akibat persoalan narkoba. Menurutnya, perubahan harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, sehingga kawasan tersebut memiliki identitas baru sebagai lingkungan yang tangguh, aman, dan produktif.
"Kita ingin mengubah Pulau Pandan yang selama ini memiliki stigma negatif sebagai kampung narkoba menjadi desa atau kawasan yang tangguh. Potensi yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal dengan melibatkan partisipasi masyarakat," tegasnya.
Kapolda berharap, melalui sinergi kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, Pulau Pandan dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih tertata dan memiliki nilai ekonomi. Penghijauan, kebersihan, penataan infrastruktur, serta pengembangan kegiatan produktif masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
"Kita ingin kawasan ini tidak lagi identik dengan narkoba. Kita hijaukan, kita bersihkan, kemudian bersama Pak Wali Kota kita tata agar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan produktif dan mencari nafkah," tambahnya.
Selain pemulihan sosial dan lingkungan, peninjauan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di kawasan Kelurahan Legok, khususnya sejumlah titik jalan yang berpotensi mengalami genangan ketika hujan turun.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan melakukan penanganan melalui pemetaan titik-titik rawan banjir, termasuk rencana peninggian konstruksi jalan hingga sekitar 1,5 meter pada lokasi yang membutuhkan penanganan.
Kapolda menyampaikan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara terencana dengan mengidentifikasi penyebab genangan, memperhatikan kondisi saluran drainase, serta memastikan tidak terjadi penyumbatan akibat sampah.
"Kita petakan terlebih dahulu titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir, kemudian ditentukan langkah penanganannya. Sampah juga harus dibersihkan agar tidak menyumbat saluran air. Kita ingin memastikan persoalan banjir ini bisa ditangani dengan baik," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menegaskan kesiapan Polda Jambi dalam mendukung penanggulangan bencana, baik banjir maupun kondisi darurat lainnya. Dukungan tersebut meliputi kesiapan personel dan peralatan operasional, seperti perahu karet, gergaji mesin, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Penguatan peran Bhabinkamtibmas juga menjadi perhatian Kapolda. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar lebih aktif turun ke lapangan, membangun komunikasi secara humanis, serta menjalin hubungan berkelanjutan dengan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya untuk menyampaikan informasi dan imbauan keamanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi, keluhan, serta kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan Babinsa dan pemerintah daerah juga perlu terus diperkuat agar setiap persoalan di lingkungan warga dapat ditangani secara bersama-sama.
"Komunikasi harus berjalan dua arah. Bhabinkamtibmas tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga. Kita harus bekerja sama dengan Babinsa serta pemerintah daerah. Inilah makna polisi bersama masyarakat," ujarnya.
Terkait pengembangan program Green Policing di wilayah lain, Kapolda menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan dan penentuan skala prioritas agar program tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pemulihan Pulau Pandan dapat menghadirkan perubahan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya membangun lingkungan yang bersih dan hijau, tetapi juga memperkuat keamanan, mencegah penyalahgunaan narkoba, memperbaiki infrastruktur, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga.