Warga Terdampak Kekeringan Terima Bantuan Air Bersih, Pemkot Jambi Maksimalkan Pelayanan

Selasa, 06 Oktober 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Melalui Perumdam Tirta Mayang bersama perangkat daerah terkait, Pemkot Jambi menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyaluran air bersih tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Arianto, S.T, serta jajaran OPD terkait, Selasa (06/10/2026).

Penyaluran dilakukan di kawasan Jalan Platur Utama RT 43 dan Perumahan Aura Bimantara RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, dengan mendistribusikan lebih kurang 12.000 liter air bersih.

Selain menyalurkan air bersih, rombongan Pemkot Jambi juga berdialog dengan warga untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Diza mengatakan, kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sumur warga menurun, bahkan sebagian sumur tidak lagi menghasilkan air.

“Memang ini merupakan salah satu area yang airnya sangat kurang. Masyarakat di sini mengalami kekeringan, termasuk sumur-sumur warga,” ujar Diza.

Menurutnya, berdasarkan laporan masyarakat, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dan terutama dirasakan warga yang masih mengandalkan sumur tanah sebagai sumber air.

Sementara itu, sebagian warga di kawasan tersebut merupakan pelanggan Perumdam Tirta Mayang. Namun, gangguan pada fasilitas booster turut memengaruhi kelancaran distribusi air.

“Untuk masyarakat yang memang merupakan pelanggan PDAM, berdasarkan laporan dari Direktur PDAM saat ini ada kerusakan pada booster. Insya Allah pada bulan November ini sudah kembali normal,” jelasnya.

Untuk warga yang belum menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mayang, Pemkot Jambi mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan armada tangki ke wilayah yang terdampak kekeringan.

“Khusus untuk masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM dan masih bergantung kepada sumur tanah, sesuai arahan Pak Wali Kota, kami mencoba mendistribusikan air bersih ke area-area yang memang mengalami kekeringan,” kata Diza.

Diza mengakui, pendistribusian air bersih masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi jumlah armada dan kapasitas air yang dapat disalurkan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memaksimalkan distribusi dengan melibatkan Perumdam Tirta Mayang, Forkopimda, BPBD, Damkar, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, dan OPD terkait.

“Memang dalam prosesnya masih banyak kekurangan, termasuk jumlah liter air yang diberikan mungkin belum sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, kami akan terus mencoba memaksimalkan,” ujarnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Menurut Diza, kondisi cuaca dan perubahan sumber air baku juga turut memengaruhi kapasitas produksi air bersih. Pemerintah perlu memastikan proses pengolahan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas air yang dihasilkan.

Ia menegaskan, wilayah yang paling membutuhkan akan menjadi prioritas dalam pendistribusian air bersih.

“Dengan kondisi yang ada, kami mencoba memaksimalkan pendistribusian air ini ke area-area yang memang membutuhkan,” tegasnya.

Diza menambahkan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu kawasan. Sejumlah wilayah di Kota Jambi juga mengalami kondisi serupa sehingga pola distribusi terus dievaluasi agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kita melihat bagaimana kebutuhan masyarakat dan bagaimana pola distribusi yang paling tepat,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi Arianto menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pembenahan sistem distribusi di sejumlah wilayah yang mengalami gangguan pengaliran.

Untuk kawasan Mayang dan Purnama, pemasangan mesin booster dan jaringan pipa sedang dilakukan. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.

“Insya Allah kalau dalam waktu seminggu, dua minggu selesai, mungkin di bulan November pengaliran akan perlahan stabil,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, setelah booster dan jaringan pipa beroperasi optimal, waktu pengaliran air kepada pelanggan diharapkan meningkat secara bertahap, dari yang saat ini sekitar empat jam pada malam hari menjadi lebih lama.

“Yang saat ini wilayah sini hanya mengalir di malam hari empat jam, mungkin akan meningkat delapan jam dan akhirnya bisa sampai 16 jam secara optimal,” jelasnya.

Sementara bagi masyarakat yang belum menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mayang, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemkot Jambi. Perumdam Tirta Mayang bersama pemerintah daerah juga membentuk pola kerja sama melalui satuan tugas untuk merespons laporan warga yang membutuhkan air bersih.

Arianto mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar menyampaikan laporan melalui ketua RT, lurah, atau perangkat pemerintah setempat.

“Jadi masyarakat bisa berkomunikasi dan melaporkan dengan Pak Lurah, dan laporan tersebut akan kita tindak lanjuti untuk nonpelanggan,” katanya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Diza menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian Pemkot Jambi di tengah kondisi cuaca yang menyebabkan kekeringan. Pemerintah berkomitmen tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat dan mencari solusi bersama.

“Kalau ditanya permasalahan yang timbul paling besar di Kota Jambi saat ini, menurut saya memang kekeringan air yang disebabkan oleh kondisi cuaca sekarang,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi Pemkot Jambi, Perumdam Tirta Mayang, Forkopimda, BPBD, Damkar, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, serta seluruh OPD terkait dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat.

“Mudah-mudahan langkah-langkah yang sudah diambil Pemerintah Kota Jambi, bekerja sama dengan seluruh Forkopimda termasuk PDAM, dapat meringankan persoalan yang dirasakan masyarakat Kota Jambi,” pungkas Wawako Diza.

Pemkot Jambi memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Selain bantuan air, pemerintah juga mendorong perbaikan sistem distribusi agar pelayanan air bersih dapat semakin optimal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih, mendapatkan perhatian dan pelayanan yang maksimal.