Perkuat Layanan Kesehatan Dasar di Masyarakat, Pemkot Jambi Bersama TP PKK Kick Off Pelatihan TULUS HATI
Admin
21 Januari 2026
Jambi – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, melakukan kick off Pelatihan dan Edukasi Kesehatan Gerakan TULUS HATI (Tuang, Usap, Elus, Hangatkan Buah Hati) yang digelar di Aula TP PKK Kota Jambi, pada Rabu pagi (21/01/ 2026).
Pelatihan ini diikuti oleh kader Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang merupakan perwakilan dari seluruh Kecamatan se-Kota Jambi. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring, serta diikuti seluruh jajaran TP PKK Kota Jambi. Pelatihan ini di buka langsung oleh Wali Kota Jambi yang di wakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Dan Kesra Fahmi SP.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Jambi menyampaikan bahwa berdasarkan data kesehatan anak tahun 2024 dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), capaian ASI Eksklusif di Kota Jambi baru mencapai 74,73 persen. Sementara itu, angka prevalensi balita stunting berdasarkan SSGI 2024 sebesar 10,3 persen, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 13,5 persen.
“Penurunan ini patut kita syukuri, namun tetap menjadi perhatian serius karena stunting belum dapat dituntaskan dengan mudah. Jika kita sederhanakan, artinya dari sepuluh anak di Kota Jambi, masih ada satu anak yang mengalami stunting,” ujarnya.
Ia menekankan, bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat, termasuk melalui sentuhan kasih sayang, usapan, elusan, dan pijatan bayi yang benar secara medis.
Nadiyah juga memaparkan bahwa pijat bayi terbukti secara ilmiah berpengaruh terhadap peningkatan motorik kasar dan halus pada bayi usia 3–24 bulan. Hal ini sejalan dengan penelitian Suharto, Suriani, dan Apanndjam’an (2018) yang menunjukkan peningkatan kemampuan mengontrol lengan, badan, tungkai, serta koordinasi jari tangan setelah dilakukan pijat bayi secara rutin.
“Ilmu yang baik adalah ilmu yang dipraktikkan dan bermanfaat. Melalui pelatihan ini, para kader tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan di masyarakat dan ditularkan kepada kader lainnya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Posyandu merupakan garda terdepan dalam pencegahan stunting, sehingga kader kesehatan diharapkan terus memperbarui pengetahuan, termasuk melalui edukasi digital dan konsultasi berkelanjutan dengan tenaga medis dan narasumber yang telah ditunjuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Jambi turut menyoroti pentingnya intervensi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai bahkan sebelum kehamilan. Menurutnya, kesadaran masyarakat seringkali muncul terlambat ketika anak telah memasuki usia sekolah, sehingga intervensi tidak lagi optimal.
“Kunci tumbuh kembang anak itu hanya dua: nutrisi dan stimulasi. Keduanya harus berjalan beriringan dan dimulai sejak dini,” tambahnya.
Terkait upaya percepatan penurunan stunting, Ketua TP PKK Kota Jambi mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melalui pemetaan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok rentan stunting berbasis data Posyandu.
“Jangan sampai kita sibuk menangani stunting yang ada, namun muncul stunting baru. Kelompok rawan stunting juga harus segera diintervensi agar angka stunting dapat turun secara signifikan,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Fahmi menyampaikan bahwa Gerakan TULUS HATI merupakan intervensi sederhana namun berdampak jangka panjang. Sentuhan kasih sayang, pijat bayi medis yang benar, serta pemanfaatan bahan alami yang tepat tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat bonding antara orang tua dan anak, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia menegaskan bahwa sesuai dengan RPJMD Kota Jambi 2025–2029, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama, dengan fokus intervensi sejak 1.000 HPK. Peran TP PKK, Posyandu, bidan, dan kader kesehatan dinilai sangat strategis sebagai agen perubahan di tingkat kelurahan dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Seburian, selaku Regional Service Manager PZ Cussons Indonesia Sumatera, menyampaikan bahwa Gerakan TULUS HATI merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan PZ Cussons Indonesia melalui brand Cussons Baby. Program ini telah diluncurkan sejak Desember 2024 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan PKK Nasional, dengan tujuan mengedukasi pentingnya penggunaan bahan alami pada lima momen penggunaan minyak telon, khususnya dalam rutinitas pijat bayi.
“Kami berharap Gerakan TULUS HATI dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi di Kota Jambi,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain dokter rehabilitasi medis, dokter anak, dan bidan, yang memberikan materi teori dan praktik langsung kepada para kader posyandu 6 SPM di kota Jambi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah Kepala perangkat daerah dilingkungan Pemkot Jambi, pengurus TP PKK Kota Jambi, para Kepala Rumah Sakit Kota Jambi, serta Kader PKK dan Kader Posyandu se-Kota Jambi.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Jambi melalui TP PKK kota Jambi dan jajarannya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan dasar di masyarakat secara langsung, meningkatkan kapasitas kader posyandu dari segi ilmu, praktek dan pengalaman yang menjadi garda terdepan di masyarakat dalam mencegah stunting di kota jambi. serta mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan generasi Kota Jambi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dalam mewujudkan kota Jambi bahagia.