Kepala BNN RI Apresiasi Wali Kota Fasha Aktif Berantas Narkoba di Kota Jambi

Admin

03 Agustus 2023

cover

Jambi - Determinasi Wali Kota Jambi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika kembali menuai apresiasi. Kali ini, Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus R. Golose, memberi apresiasi khusus dalam bentuk penghargaan kepada Wali Kota Fasha. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung dalam rangkaian acara peresmian Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, pada Kamis pagi (3/8/2023).

Wali Kota Jambi, Dr. H. Syarif Fasha, M.E. mendapat penghargaan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia atas partisipasi "Peran Aktif Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Kota Jambi. Selain Wali Kota Fasha, beberapa tokoh turut mendapatkan penghargaan serupa. Seperti Gubernur Jambi, Bupati Kerinci, Bupati Bungo, Bupati Tanjung Jabung Timur, Direktur PTPN VI Jambi dan Rektor Universitas Jambi.

Selebrasi penghargaan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dan pemakaian jaket oleh Kepala BNN RI kepada Wali Kota Jambi dan penerima penghargaan lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Inspektur Utama BNN RI, Irjen Pol. Wahyono, Deputi, Kepala Biro, Direktur BNN RI, dan jajaran Forkompimda Provinsi Jambi. Peresmian Gedung BNN Provinsi Jambi ditandai dengan penandatanganan prasasti Kantor BNN Provinsi Jambi oleh Kepala BNN RI.

image-content

Kepala BNN RI, Petrus S. Golose ungkapkan, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika diseluruh wilayah Indonesia. Khusus Provinsi Jambi, dirinya ungkapkan daerah provinsi ditengah Sumatera ini merupakan wilayah perlintasan narkotika, sehingga perlu dilakukan langkah dini pencegahan.

"Jambi ini tempat lewat sebenarnya bukan tempat tujuan. Tapi kalau dilihat juga dari prevalensi cukup tinggi juga, sehingga semua strategi harus kita lakukan. Salah satu strategi BNN dalam upaya pemberantasan narkotika, yang kita lakukan soft power approach, pencegahan dini penyalahgunaan narkotika. Tidak cukup bila hanya mengandalkan pemberantasan jaringan. Jadi, kita bukan hanya mau menghukum saja, tapi bagaimana kita menyelamatkan generasi muda ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Jenderal polisi bintang tiga ini jelaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika ini memerlukan dukungan bersama jajaran pemerintah dan lembaga kementerian, untuk menurunkan prevalensi narkotika di wilayah masing-masing.

"Jambi tahun 2019 prevalensi (peredaran narkotika) nomor 4 tertinggi di Indonesia. Sekarang turun jadi menjadi nomor 26. Dan ini berkurang dari sebelumnya di atas 50 persen. Disini kita melihat bagaimana masalah narkotika masih banyak dibandingkan tindak pidana lainnya. Sehingga saya mencanangkan bagaimana kita menekan, melakukan upaya pencegahan, memberdayakan masyarakat dan rehabilitas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Fasha ucapkan selamat kepada jajaran BNN Provinsi Jambi yang telah menempati kantor yang baru. Dirinya berharap, dengan adanya gedung baru yang megah, semangat jajaran BNN akan semakin meningkat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Jambi.

"Terkait dengan penghargaan P4GN ini, kami apresiasi dan ucapan terima kasih. Pemerintah Kota Jambi dan juga dibantu stakeholder yang lain, bersama-sama untuk menciptakan kelurahan-kelurahan bersinar atau bersih dari narkoba. Perlu diketahui pula, di Indonesia ini salah satu daerah yang mempelopori Duta Anti Narkoba ini adalah Kota Jambi," ujar Fasha seusai menerima penghargaan.

Menurut Fasha, dengan adanya pembentukan duta-duta anti narkoba dari anak-anak Pramuka SMP, SMA, maupun anak-anak SD, akan memudahkan upaya pencegahan dini narkoba dikalangan generasi muda.

Wali Kota Jambi dua periode itu juga mengatakan, program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak serta merta merupakan tugas BNN dan pihak kepolisian, namun juga perlu kerjasama dengan stekholder terkait, salah satunya pemerintah daerah.

"Kedepan ini tetap kita jaga karena kita tahu Kota Jambi ini salah satu kota yang pernah menjadi peringkat ke-4 di Indonesia, tapi alhamdulillah saat ini sudah jauh peringkatnya. Dengan adanya edukasi sedari dini, kita berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda dapat kita lakukan dengan tepat dan ini juga menjaga masa depan mereka dan Indonesia dimasa mendatang," pungkas Fasha.

Kelurahan di Kota Jambi telah dicanangkan sebagai kelurahan "Bersinar", akronim Bersih dari Narkoba.

Upaya ini merupakan terobosan dan inovasi dalam memberantas dan mencegah penggunaan narkoba di kota Jambi, yang diintegrasikan dengan inovasi Kampung Bantar (Bersih, aman dan pintar). Kampung Bantar diperlombakan setiap tahunnya menjadi ajang bergengsi bagi Rukun Tangga di Kota Jambi, dalam menata lingkungan yang bersih, aman dan mengedepankan fungsi edukasi bagi warganya.

Komponen aman melingkupi aman dari potensi gangguan kejahatan, kamtibmas dan termasuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba dilingkungan terkecil masyarakat. Selain itu, Wali Kota Fasha diawal kepemimpinannya terbukti berhasil merubah 3 lokasi kawasan yang tadinya rawan akan narkoba dan prostitusi menjadi daerah yang bersih terhadap narkoba.

Penulis : Hendra

Penyunting : Abu Bakar