Bunda PAUD Kota Jambi Buka Kegiatan Parenting bagi Orang Tua Peserta Didik PAUD, Perkuat Peran Keluarga Wujudkan Generasi Berkualitas
Kamis, 23 Juli 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, secara resmi membuka kegiatan Parenting bagi Orang Tua Peserta Didik jenjang PAUD, sekaligus menjadi narasumber pada Sosialisasi Parenting Anak Usia Dini 2026, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Jambi, bertempat di Aula Drs. H. Hasip Kalimuddin Syam, M.M., sekolah swasta TK dan SD Islam Al Falah Kota Jambi, Kamis (23/07/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sinergi antara keluarga, satuan PAUD, dan pemerintah guna mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Mengusung semangat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Bahagia TK dan SD Islam Al Falah Jambi Tahun Ajaran 2026, kegiatan ini diikuti 180 peserta, yang merupakan perwakilan wali murid dari sekolah-sekolah diseluruh 11 kecamatan di Kota Jambi.
Kehadiran Bunda PAUD Kota Jambi disambut hangat melalui penampilan tari massal yang dibawakan siswa-siswi TK dan SD Islam Al Falah. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan semakin terasa ketika Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan belajar, bermain, dan bernyanyi bersama. Sorak gembira para murid menciptakan suasana sekolah yang penuh semangat belajar dan kebahagiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi juga menyerahkan secara simbolis bantuan seragam sekolah bagi murid baru TK Pembina serta memberikan makanan tambahan kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak usia dini.
Dalam arahannya sebagai narasumber, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menyampaikan materi bertajuk "Mindful Parenting: Mengasuh Anak dengan Sabar dan Kesadaran". Sementara narasumber kedua, Dr. Mastikawati, M.Pd., Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Jambi, memaparkan materi "Neuro Parenting: Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia 5–6 Tahun melalui Pengasuhan Responsif Berbasis Neurosains”.
Dalam pemaparannya, Bunda PAUD Kota Jambi menjelaskan bahwa mindful parenting merupakan pola pengasuhan yang mengedepankan kesadaran penuh orang tua saat berinteraksi dengan anak. Orang tua diharapkan hadir sepenuhnya pada setiap momen bersama anak, mampu mengendalikan emosi, mendengarkan tanpa menghakimi, serta merespons kebutuhan anak dengan bijaksana, bukan secara impulsif ketika marah.
Ia menegaskan bahwa kehadiran kedua orang tua, baik ayah maupun ibu, sangat penting dalam proses pengasuhan. Menurutnya, pola pendidikan masa kini berbeda dengan pola pengasuhan di masa lalu sehingga orang tua dituntut terus belajar dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan perkembangan anak.
"Saat ini kita sudah tidak mewajibkan tes calistung sebagai syarat masuk SD. Yang menjadi perhatian adalah enam fondasi kesiapan sekolah yang harus dimiliki anak usia dini. Alhamdulillah di sekolah ini sudah berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kegiatan parenting sebagai sarana membangun kesadaran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
"Pengasuhan yang berkesadaran berarti orang tua benar-benar hadir untuk anak, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Yang dibutuhkan bukan hanya ibu, tetapi juga ayah. Alhamdulillah hari ini para ayah juga hadir. Ini menunjukkan bahwa kekompakan ayah dan ibu sangat dibutuhkan agar pengasuhan berjalan konsisten dan tidak membingungkan anak," tekannya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang terus belajar memahami potensi anak.
"Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas kita adalah menemukan, menggali, dan mengembangkan potensi tersebut sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang hebat sesuai keunikannya masing-masing. Investasi terbaik adalah investasi pada anak usia dini karena perkembangan otak pada masa ini sangat menentukan masa depan mereka," ungkapnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun kedekatan emosional dengan anak melalui sentuhan kasih sayang.
"Setiap pelukan dan ciuman dari orang tua adalah bentuk kedekatan yang sangat berarti bagi anak. Bagi anak perempuan, ayah adalah sosok pelindung, sedangkan bagi anak laki-laki, ayah menjadi teladan dalam menjalani kehidupan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi juga menguraikan enam fondasi kesiapan sekolah, yaitu:
1. Nilai agama dan budi pekerti.
2. Keterampilan sosial dan bahasa.
3. Kematangan emosi.
4. Kematangan kognitif.
5. Keterampilan motorik dan perawatan diri.
6. Pemaknaan belajar yang positif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Jambi, Husna Marlina, S.E., M.E, dalam laporan pelaksanaannya menjelaskan bahwa kegiatan parenting bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang produktif, memperkuat sinergi antara keluarga dan satuan PAUD, memberikan edukasi mengenai kesehatan, gizi, tumbuh kembang, serta pendidikan anak, mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak usia dini, sekaligus mewujudkan lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Ia juga menyampaikan berbagai program Pemerintah Kota Jambi di bidang pendidikan, di antaranya Program Wajib Belajar 12 Tahun, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), serta Program Kartu Bahagia yang diinisiasi Wali Kota Jambi. Pada tahun ini terdapat sekitar 490 anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh bantuan berdasarkan data dan keterangan dari kelurahan.
Dengan kegiatan parenting ini, Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi Kota Jambi Bahagia melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah. Penguatan pola asuh yang positif, keterlibatan aktif ayah dan ibu, serta pemenuhan enam fondasi kesiapan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Dengan keluarga yang semakin memahami pola pengasuhan yang tepat, diharapkan akan lahir generasi Kota Jambi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.