Rawat Tradisi, Pemkot Jambi Gelar Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen di HUT RI
Kamis, 20 Agustus 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Jambi tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengangkat kembali permainan tradisional dan kuliner warisan masyarakat.
Hal itu terlihat dalam Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen Kuliner Nusantara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di Lapangan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur. Kegiatan yang memadukan unsur budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (20–22 Agustus 2026).
Festival mengusung tema "Merdeka Bahagia Cita Rasa di Bawah Langit Tanah Pilih Pusako Batuah" tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si, Kamis (20/08/2026) sore. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan turut menambah semarak kegiatan yang mengangkat kembali permainan dan kuliner tradisional tersebut.
Wakil Wali Kota Diza mengatakan, pemilihan layang-layang dan jajanan bengen sebagai bagian dari rangkaian festival bukan tanpa alasan. Keduanya dinilai memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat serta menyimpan nilai kebersamaan dan kenangan masa lalu.
“Melalui permainan tradisional layang-layang dan lomba kuliner ini, kita diingatkan kembali pada permainan tradisional yang sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan dan kenangan bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Diza.
Menurutnya, Festival Jajanan Bengen juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali cita rasa kuliner masa lalu yang merupakan bagian dari identitas budaya daerah.
“Festival Jajanan Bengen menghadirkan kembali cita rasa warisan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas budaya Kota Jambi. Semangat inilah yang sejalan dengan komitmen Kota Jambi Bahagia Berbudaya,” katanya.
Tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, festival tersebut sekaligus membuka peluang bagi penguatan ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas serta pelaku ekonomi kreatif lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan.
Diza berharap keterlibatan berbagai pelaku usaha tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui peningkatan transaksi dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung.
“Di balik penyelenggaraan festival ini ada pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas dan berbagai pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Diza berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata serta ekonomi kreatif di Kota Jambi.
“Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi,” pungkas Wawako Diza.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mariani Yanti dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu program Pemerintah Kota Jambi dalam mengembangkan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif yang termasuk dalam program prioritas Kota Jambi Bahagia Berbudaya untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga masyarakat terhadap budaya lokal, serta mendorong promosi dan pemasaran produk UMKM lokal.
"Kegiatan ini festival layang- layang akan berlangsung di lapangan langit biru dengan peserta berjumlah 35 kelompok, peserta boleh membawa maksimal 3 crew sehingga keseluruhan ada 105 orang," ujarnya.
"Kemudian untuk festival kuliner jajanan Bengen Nusantara Itu dilaksanakan esok hari ada 2 kategori, yaitu kategori umum dengan pesertanya ada 19 kelompok masing-masing kelompok 5 orang. Pesertanya dari kader PKK Tanjung Sari, kelompok UMKM, komunitas, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha kuliner. Sementara kategori profesional itu ada 9 kelompok yang berasal dari hotel, lembaga pendidikan khusus kuliner, dan pelaku usaha profesional," singkatnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga disuguhkan beragam kegiatan lainnya, mulai dari olahraga, panjat pinang, musik hiburan hingga layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Melalui Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen tersebut, Pemkot Jambi ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk merawat dan memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda, sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Semangat tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Jambi sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga terus menjaga budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.