Sinergi Pemprov dan Pemkot Jambi di Festival Jambi Elok Nian 2026: Dorong Pelestarian Budaya dan Akselerasi UMKM
Jumat, 24 Juli 2026
Penulis: Agre Ilham Ramadhani | Editor: Eko Oktavianus
Jambi - Festival Jambi Elok Nian Kota Jambi tahun 2026 dengan tema "Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah" secara resmi dibuka di Taman Mini Melayu Jambi, Kawasan Eks Arena MTQ Jambi, pada Kamis malam (23/07/2026). Kota Jambi menjadi daerah keempat di Provinsi Jambi yang menyelenggarakan kegiatan rutin tersebut untuk edisi 2026, dengan jadwal pelaksanaan dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2026.
Dibuka secara langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, SE., M.H, didampingi Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, kegiatan ini dirancang untuk mempromosikan pariwisata daerah sekaligus menjaga keluhuran nilai-nilai leluhur di tengah arus modernisasi.
Dipusatkan di Eks Arena MTQ, penyelenggaraan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian dicanangkan sebagai kalender event terintegrasi untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, serta produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi potensi daerah sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Jambi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa festival ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan, guna menghidupkan kembali kawasan eks MTQ yang merupakan aset berharga untuk pelestarian budaya Melayu, khususnya di Kota Jambi.
"Sesuai dengan visi misi Kota Jambi Bahagia, secara eksplisit menjabarkan mengenai Bahagia Berbudaya. Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi sudah menentukan arah pembeda dibanding kota-kota lain di Sumatra. Bedanya adalah di Kota Jambi memiliki budaya Melayu yang sangat kokoh, dan hal ini telah dibincang bersama Pak Gubernur," ujar Maulana.
Guna menunjang hal tersebut, Wali Kota Maulana mengusulkan agar lahan anjungan budaya di kawasan tersebut dapat dihibahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Jika proses hibah terwujud, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen mengelolanya setiap hari untuk menonjolkan kebudayaan lokal.
"Jika dikelola langsung oleh daerah, anjungan bisa menjadi pusat kuliner, pertunjukan seni budaya, hingga pameran batik khas daerah. Kawasan ini nantinya dapat berkembang menjadi pusat oleh-oleh terpadu bagi wisatawan sebelum menuju bandara, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar," katanya.
Maulana menegaskan bahwa program Jambi Bahagia menempatkan Bahagia Berbudaya sebagai salah satu program prioritas yang menjadi pembeda Kota Jambi dibandingkan kota-kota lain di Sumatera.
"Sebagai ibu kota Provinsi Jambi, Kota Jambi harus memiliki identitas yang kuat di tengah semakin mudahnya akses transportasi melalui Jalan Tol Trans Sumatera. Dengan akses yang semakin mudah, kita harus memperkuat identitas budaya Melayu agar masyarakat dan wisatawan tetap memilih Kota Jambi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya," ujar Maulana.
Menurutnya, Festival Jambi Elok Nian menjadi wadah bagi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk menampilkan kekayaan budaya daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan bahwa Festival Jambi Elok Nian tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi daerah, melainkan juga instrumen taktis untuk memaksimalkan potensi UMKM yang ada di Kota Jambi dan daerah lainnya di Provinsi Jambi.
"Pemerintah Provinsi Jambi berharap festival ini dapat menghasilkan efek multiplier (multiplier effect) bagi pelaku usaha kreatif lokal. Semakin banyak event, kita juga makin senang karena telah dapat menghidupi masyarakat kita melalui UMKM yang belakangan ini makin banyak bermunculan. Saya mendukung segala kebijakan Wali Kota Jambi untuk kesejahteraan masyarakat Kota Jambi," tegas Al Haris.
Al Haris juga mengapresiasi antusiasme pemerintah kabupaten dan kota yang ikut berpartisipasi memeriahkan Festival Jambi Elok Nian. Menurutnya, festival budaya seperti ini perlu terus dikembangkan agar menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal masyarakat luas.
“Kita mengapresiasi Festival Jambi Elok Nian ini direspons oleh kabupaten dan kota. Kalau bisa, promosi untuk tahun depan jadwalnya diatur lebih baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas. Insyaallah tahun depan saya akan mengundang Menteri Kebudayaan ke sini,” ujar Al Haris.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Yanto HM Manurung, Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby Fathir Nashary, Kepala Stasiun TVRI Jambi Herly Marjoni, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan, serta jajaran pimpinan daerah se-Provinsi Jambi, Forkopimda Kota Jambi, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.