Wawako Diza: Keteladanan Rasulullah Dalam Berdagang Mengandung Nilai-nilai Integritas Yang Harus Diterapkan Dimasa Kini

Admin

12 Februari 2026

cover

Jambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menjadi pemateri dalam Seminar Pendidikan Kepemimpinan dan Strategi dalam Membangun Usaha Berkelanjutan yang digagas oleh Dewan Legislatif Mahasiswa dan seluruh jajaran Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis sore (12 /02/2026), bertempat di Aula Kampus UNAMA Lantai 2, Jl. Kol. M. Kukuh, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Dengan menghadirkan dua pemateri lainnya, yakni Muhammad Saka Hutama selaku Owner Duriawi Coffee & Roastery yang memaparkan materi tentang pengelolaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan. Serta Pareza Alam Junia, S.Kom, M.Kom, Dosen UHAMKA sekaligus Owner Mesteknos dan Cafe La Roza, yang menyampaikan strategi merintis usaha dan membangun mental bisnis.

Seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas Dinamika Bangsa Jambi Prof. Setiawan Assegaf, ST, MMSI, PhD., berserta jajaran Akademisi UNAMA dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Mahasiswa UNAMA, pelajar SMK, dan Mahasiswa Umum.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, menyampaikan materi bertajuk Peran Kepemimpinan dalam Merancang dan Mengarahkan Usaha Berkelanjutan serta Semangat Bisnis Pemuda di Era Modern. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan fondasi utama dalam membangun kerja mandiri dan usaha yang berkelanjutan.

image-content

Diza menyampaikan bahwa menjadi pengusaha sejatinya merupakan sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang patut dicontoh. Ia menekankan bahwa dinamika dan keteladanan Rasulullah dalam berdagang mengandung nilai-nilai integritas, keberanian, dan kejujuran yang relevan untuk diterapkan dalam dunia usaha masa kini.

“Pengusaha itu adalah pekerjaan yang harus diusahakan tanpa ada rasa takut. Tanggung semua risikonya, baik untung maupun rugi. Dalam bisnis, usaha harus fokus dan konsisten, memiliki target jangka panjang, serta dibarengi dengan sedekah,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat pada tahun 2003 memutuskan menjadi pengusaha dengan berjualan jersey bola. Pengalaman tersebut menjadi landasan pembelajaran bahwa setiap pengusaha memiliki perspektif dan strategi masing-masing dalam mengelola usahanya.

Menurutnya, ekosistem usaha yang terbentuk tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Relasi yang luas, kerja keras sebagai bentuk ikhtiar, serta kemampuan menjadikan perbandingan dan tantangan sebagai bahan evaluasi merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Diza menambahkan bahwa usaha tidak terlepas dari masalah. Namun, setiap persoalan dapat dibenahi sejak awal dan diatasi dengan solusi yang tepat apabila pelaku usaha memiliki mental yang kuat dan visi jangka panjang.

image-content

Dalam konteks pembangunan daerah, Wakil Wali Kota Jambi memaparkan bahwa Kota Jambi merupakan kota perdagangan dan jasa dengan keterbatasan sumber daya alam karena berada di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

Ia menyoroti bahwa dari alokasi dana BANHARKAT yang merupakan salah satu program prioritas Pemkot Jambi, sebesar 110 miliar rupiah yang tersedia untuk mendukung pengembangan usaha, tingkat serapan masih sangat rendah dan didominasi oleh generasi yang lebih tua, sementara partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z, masih minim.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah yang saat ini belum memiliki akses permodalan dan peralatan usaha. Secara esensial, BANHARKAT hadir untuk memfasilitasi para pengusaha lokal dan UMKM lokal, terutama dengan mempertimbangkan demografi masyarakat Kota Jambi yang didominasi anak muda. Namun, partisipasi anak muda belum mencapai lima persen dan sekitar 95 persen penerima masih didominasi generasi yang lebih senior," ucapnya.

Ke depan, Ia berharap program ini dapat dimaksimalkan oleh generasi muda. Karena bantuan yang diberikan cukup signifikan, baik dalam bentuk peralatan usaha bagi UMKM yang belum memiliki akses permodalan maupun akses pembiayaan kredit mulai dari 5 juta hingga 10 juta rupiah, bahkan lebih apabila spesifikasi dan kelayakan usaha dinilai memenuhi kriteria.

Adapun mekanisme untuk memperoleh BANHARKAT antara lain memiliki usaha atau produk serta legalitas usaha, membentuk Kelompok Usaha UMKM minimal lima orang, mendaftarkan diri ke Kecamatan untuk kemudian diarahkan ke dinas terkait, memperoleh SPPT Pengusaha UMKM Binaan Kota Jambi, dan mengajukan permohonan produk kredit BanHarkat.

image-content

Selain BANHARKAT, Pemerintah Kota Jambi juga menghadirkan Program Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) sebagai wadah pelatihan bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam dunia kerja.

Diza menegaskan secara prinsip, program ini merupakan instrumen strategis untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dari para mahasiswa bersama ketiga pemateri, membahas berbagai aspek dunia usaha mulai dari jasa, pemasaran, tata kelola, permasalahan usaha, hingga strategi sukses dan manajemen risiko dalam berwirausaha.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam membangun kepemimpinan generasi muda sebagai pondasi kerja mandiri serta memperkuat ekosistem kewirausahaan dengan memanfaatkan salah satu 11 program unggulan kota jambi bahagia, BANHARKAT.secara inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi. Langkah pasti dalam mewujudkan kota Jambi bahagia.

Penulis : Bowo Prayitno

Editor : Eko Oktavianus