Lewat Aksi Goro Serentak, Pemkot Jambi Gaungkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
Jumat, 10 Juli 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Mendukung penuh Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan terbebas dari masalah pengelolaan sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi turut ambil bagian dalam kegiatan Gotong Royong (Goro) serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia dalam menyukseskan gerakan yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia tersebut.
Mengusung tema "Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat", Pemerintah Kota Jambi memusatkan kegiatan di Kawasan Pasar Talang Banjar, Jalan Orang Kayo Pingai, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Jumat (10/07/2026), yang dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Jambi, Feriadi, S.Sos., M.E., yang dalam hal ini mewakili Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.
Kegiatan yang diawali dengan apel bersama seluruh jajaran Pemkot Jambi tersebut, dalam amanatnya, Feriadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Kota Jambi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah berpartisipasi pada pagi hari ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang sangat erat kaitannya dengan visi Kota Jambi Bahagia," ucapnya
Ia menjelaskan, terdapat empat kegiatan utama yang dilaksanakan secara bersamaan, yakni senam bersama, gotong royong, pasar murah, serta donor darah di Puskesmas Talang Banjar.
Dikesempatan itu, turut dilakukan Zoom Meeting Nasional yang dipusatkan di Kota Malang bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si., yang secara resmi membuka Gerakan Nasional Indonesia ASRI dan diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia.
Dalam arahannya, Safrizal mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Timbulan sampah nasional diperkirakan mencapai sekitar 50 juta ton per tahun, namun tingkat pengelolaannya baru berkisar 40 persen, sehingga masih terdapat sekitar 60 persen sampah yang belum tertangani secara optimal.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa kita harus bekerja lebih keras, bekerja sama, dan bergotong royong menyelesaikan persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa," tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menerapkan dua strategi utama, yakni pendekatan hulu dan pendekatan hilir.
Pendekatan hulu menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Masyarakat diajak mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah agar memiliki nilai guna.
Selain itu, pemerintah terus mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai fasilitas komunal yang berfungsi memilah dan mengolah sampah rumah tangga sehingga volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.
Sementara itu, pendekatan hilir difokuskan pada pengelolaan sampah yang tersisa melalui pembangunan infrastruktur pengolahan modern, peningkatan kualitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta pengembangan teknologi Waste to Energy (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah/PLTSa) yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.
Safrizal menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar, yakni sekitar 1.000 ton per hari, sehingga memerlukan sinergi antarwilayah dalam pengelolaan sampah.
Ia juga menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia agar seluruh daerah memperkuat budaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia ASRI memiliki makna yang sangat luas, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan yang aman akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Lingkungan yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup warga. Lingkungan yang resik mencerminkan budaya hidup bersih, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan fasilitas umum, hingga toilet publik yang layak dan higienis. Sementara lingkungan yang indah diwujudkan melalui penataan kota yang tertib, bersih, dan nyaman dipandang.
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk menertibkan reklame maupun media promosi yang sudah tidak layak, merapikan kawasan perkotaan, serta membersihkan berbagai bentuk sampah visual yang mengganggu estetika kota sebagai bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI.
Melalui gerakan nasional ini, pemerintah berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang terpadu dari hulu hingga hilir, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan indah menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Jambi, melalui visi besar Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera) menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional pengelolaan lingkungan hidup.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta berbagai pemangku kepentingan.