Maulana Buka Lomba Bercerita SD/MI, Nadiyah Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Jambi
Senin, 14 September 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Kota Jambi Tahun 2026, sekaligus mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., sebagai Bunda Literasi Kota Jambi Masa Bakti 2026–2030.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (14/09/2026), dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri.
Pengukuhan Bunda Literasi Kota Jambi ditandai dengan penandatanganan naskah pengukuhan dan pemasangan selempang Bunda Literasi oleh Wali Kota Jambi, Maulana.
Dalam sambutannya, Maulana mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia, khususnya anak-anak, menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kota Jambi. Hal tersebut sejalan dengan kondisi demografi Kota Jambi yang memiliki jumlah anak mencapai lebih dari 142 ribu jiwa atau sekitar 21 persen dari total penduduk.
"Kalau kita lihat demografinya, jumlah anak-anak kita di Kota Jambi sudah mencapai lebih dari 142 ribu jiwa. Artinya sekitar 21 persen, hampir seperempat penduduk Kota Jambi adalah anak-anak," ujar Maulana.
Menurutnya, potensi tersebut harus dipersiapkan sejak dini agar generasi penerus Kota Jambi tumbuh menjadi pribadi yang produktif, cerdas, berkarakter, dan memiliki rasa percaya diri.
Maulana menilai, kegiatan Lomba Bercerita menjadi salah satu sarana yang tepat untuk mengasah kemampuan tersebut. Tidak hanya kemampuan membaca, anak-anak juga didorong untuk memahami, menganalisis, serta menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh.
"Hari ini saya bersama Ibu Ketua TP PKK Kota Jambi dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan membuka Lomba Bercerita dalam rangka meningkatkan literasi bagi anak-anak kita, sekaligus pengukuhan Ibu Nadiyah sebagai Bunda Literasi Kota Jambi," katanya.
Ia menegaskan, kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Lebih dari itu, anak-anak perlu memiliki kemampuan memahami informasi, menangkap pesan penting, menganalisis, kemudian menyampaikannya kembali secara baik.
"Yang kita dorong bukan hanya membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis poin-poin penting dan mampu menceritakannya kembali. Kemampuan visual, verbal, auditorik, dan kemampuan komprehensif ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri anak, keberanian mengungkapkan pikiran dan perasaan, serta keberanian tampil di depan orang lain," jelasnya.
Maulana juga menyampaikan dukungannya terhadap peran Bunda Literasi dalam menggerakkan budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Kami sangat mendukung peran Bunda Literasi, terutama dalam mengajak anak-anak kita untuk terus meningkatkan kemampuan literasinya," ungkap Maulana.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Jambi, Nadiyah mengatakan bahwa amanah sebagai Bunda Literasi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, tugas utama Bunda Literasi bukan sekadar mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, agar gemar membaca, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk memahami dan menyikapi berbagai informasi secara bijak.
"Jabatan ini adalah amanah yang tidak ringan. Kita harus mampu menggerakkan masyarakat Kota Jambi, khususnya anak-anak, agar mencintai membaca dan memiliki kemampuan literasi yang baik," ujar Nadiyah.
Ia menjelaskan, makna literasi sesungguhnya sangat luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca tulisan, tetapi juga kemampuan memahami, mencerna, dan menyikapi informasi yang diperoleh, termasuk informasi yang disampaikan melalui media digital.
"Literasi itu maknanya dalam. Kedalaman literasi adalah kemampuan untuk memahami dan mencerna apa yang kita baca, termasuk apa yang kita dengarkan. Sekarang banyak sekali informasi yang disampaikan secara digital, sehingga kita harus mampu menyikapinya dengan tepat," jelasnya.
Nadiyah juga mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi yang sehat di tengah perkembangan media sosial. Menurutnya, kemampuan literasi yang baik akan membentuk masyarakat yang lebih bijak dalam berkomunikasi, memiliki empati, dan mampu menyampaikan kritik secara santun serta konstruktif.
"Literasi yang baik membuat kita memiliki empati dan mampu berkomunikasi untuk saling menguatkan, mendorong perbaikan bersama, serta memanusiakan manusia. Karena itu, ketika menyampaikan kritik, hendaknya juga disertai saran dan solusi yang baik," tegasnya.
Ia menilai, Lomba Bercerita merupakan kegiatan yang sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil, melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengambil nilai dan hikmah dari cerita yang disampaikan.
Nadiyah mencontohkan, cerita tentang proses terbentuknya hujan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak. Melalui cerita tersebut, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang proses evaporasi dan kondensasi, tetapi juga dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan keseimbangan alam.
"Anak-anak bisa belajar bahwa hujan memiliki sebuah proses. Dari sana tumbuh kesadaran untuk menjaga alam agar keseimbangannya terus terjaga, sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hidup sehat dan nyaman," katanya.
Kepada seluruh peserta, Nadiyah memberikan apresiasi dan motivasi. Ia menegaskan bahwa seluruh anak yang berani tampil dalam perlombaan tersebut merupakan pemenang.
"Bagi anak-anak yang ikut lomba hari ini, semuanya adalah pemenang, karena kalian sudah berani tampil dan percaya diri," ujarnya.
Nadiyah juga mengajak anak-anak Kota Jambi untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, bermain, sekaligus menambah pengetahuan dan teman.
Ia mengatakan, perpustakaan memiliki berbagai koleksi buku dan kegiatan menarik yang dapat diikuti anak-anak.
"Buat anak-anak yang belum pernah datang ke Perpustakaan Kota Jambi, silakan datang. Ada berbagai kegiatan yang menarik, seperti membaca nyaring. Di sana kita juga bisa menambah teman dan ilmu pengetahuan," ajaknya.
Lebih jauh, Nadiyah menekankan bahwa gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun perpustakaan. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya literasi sejak dari rumah.
"Sesungguhnya tugas literasi dimulai dari rumah. Cerita pertama seorang anak berawal dari pelukan dan cerita orang tuanya," ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun sejak dini. Orang tua perlu menjadi tempat anak bercerita, sehingga ketika tumbuh dewasa mereka tetap memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan, pikiran, dan perasaannya.
"Kita berharap bapak dan ibu orang tua, pemerintah, sekolah, para penggiat literasi, dan seluruh masyarakat dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya. Mari menjadi teladan dan menjadi tempat bercerita bagi anak-anak, sehingga anak-anak di Kota Jambi tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, percaya diri, dan berakhlakul karimah," harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Jambi, Arzi Effendi, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Kota Jambi Tahun 2026 bertujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan budaya membaca sejak usia dini.
Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mendorong anak-anak agar mencintai perpustakaan sekaligus meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri.
"Peserta Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Kota Jambi tahun ini berjumlah 70 anak yang berasal dari 50 sekolah di Kota Jambi," jelas Arzi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kota Jambi (Puskoja) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar, S.P., perwakilan Bunda Literasi Provinsi Jambi Iin Kurniasih, S.E., Deputi Kepala OJK Septarini Gemi Nastiti, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi Tema Wisman, S.Pi., perwakilan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi Koordinator Literasi Yarmalus, S.Pd., Ketua Taman Baca Masyarakat Kota Jambi Nurjannah, M.Pd., para kepala OPD, camat se-Kota Jambi, Bunda PAUD kecamatan se-Kota Jambi, para penggiat literasi, dewan juri, guru pendamping, serta orang tua peserta.