Pemkot Jambi Sosialisasi Program Kampung Bahagia, Tahap II Siap Berjalan di 787 RT
Selasa, 14 Juli 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi memulai persiapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026, melalui tahapan kegiatan sosialisasi kepada para Camat, Lurah, Ketua RT pelaksana Program Kampung Bahagia Tahap II, tenaga pendamping, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, Selasa (14/07/2026), di Aula Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi.
Kegiatan itu juga turut dihadiri, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Bank 9 Jambi, serta unsur Kejaksaan Negeri Jambi. Kegiatan ini diharapkan mampu melanjutkan keberhasilan tahap pertama yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus dapat menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk memperkuat pembangunan dengan mengedepankan semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga di Kota Jambi.
Dalam sosialisasi tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menjadi Narasumber utama menyosialisasikan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II, bersama jajaran terkait dilingkungan Pemerintah Kota Jambi, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Jambi.
Melalui Kampung Bahagia Tahap II, Pemkot Jambi menargetkan pembangunan berbasis komunitas semakin kuat, mulai dari peningkatan infrastruktur lingkungan, pengelolaan persampahan, keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV, hingga berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini juga ditujukan untuk menjangkau seluruh RT di Kota Jambi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada Tahap II ini program Kampung Bahagia terlaksana di 787 RT, yang sebelumnya pada tahap pertama telah berjalan di 795 RT se- Kota Jambi. Program ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung pelaksanaan RPJMD Kota Jambi Tahun 2025–2029 dengan visi "Mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera”.
Dalam arahannya, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I. Menurutnya, capaian program tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kembali kepedulian, serta semangat gotong royong masyarakat terhadap lingkungan.
"Kampung Bahagia bukan sekadar program pembangunan fisik. Ini adalah gerakan sosial untuk membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Tahap pertama telah menunjukkan hasil yang luar biasa. Kini kita lanjutkan Tahap II agar seluruh RT di Kota Jambi semakin maju melalui pembangunan infrastruktur, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan ekonomi," ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Pemkot Jambi telah kembali menggelontorkan anggaran untuk pelaksanaan Kampung Bahagia Tahap II, yang kini berada dalam kas daerah. Menurutnya, anggaran tersebut bukan hanya berdampak terhadap pembangunan lingkungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
Ia menargetkan pelaksanaan Tahap II berlangsung lebih cepat dibanding tahap sebelumnya.
"Target kita, Agustus seluruh proses rembuk warga selesai. September proposal rampung sehingga dana dapat langsung disalurkan kepada Pokja, dan Oktober kegiatan pembangunan sudah mulai berjalan, karena bulan November dan Desember sudah masuk tahapan pelaporan," jelasnya.
Selain itu, Maulana turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat pada pelaksanaan Tahap I. Hal itu terlihat dengan banyaknya swadaya yang dilakukan masyarakat, melalui berbagai hibah yang dilakukan.
"Inilah semangat gotong royong yang ingin terus kita bangun. Tahap I telah menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan sangat baik. Beberapa pekerjaan bahkan melebihi target yang direncanakan. Fokus pembenahan saat ini diarahkan pada penyempurnaan administrasi pelaporan yang terus didampingi oleh Inspektorat Kota Jambi," ungkapnya.
Dalam aspek tata kelola keuangan, Wali Kota memastikan seluruh mekanisme dilaksanakan secara transparan melalui sistem swakelola. Dana tetap berada di bawah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di tingkat Kelurahan, sementara pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Pokja RT melalui transaksi non-tunai langsung dari rekening ke rekening penyedia barang atau jasa.
“Seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai melalui transfer langsung dari rekening ke rekening penyedia barang atau jasa,” pungkas Wali Kota Maulana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Noverintiwi Dewanti menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia berpedoman pada Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2025, serta Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 835 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Kampung Bahagia.
Menurutnya, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada seluruh pihak terkait mengenai kebijakan, mekanisme, dan tahapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia, sekaligus menyamakan persepsi seluruh pelaksana pada Periode II Tahun 2026.
Ia melaporkan, dari 788 RT yang direncanakan mengikuti Tahap II, terdapat satu RT, yakni RT 13 Kelurahan Suka Karya, yang memilih tidak mengikuti program, sehingga pelaksanaan Tahap II akan mencakup 787 RT, terdiri atas 179 RT kategori kecil, 319 RT kategori sedang, dan 289 RT kategori besar.
Noverintiwi juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahun 2026 dibagi menjadi dua periode. Periode pertama berlangsung Februari hingga Juni 2026, sedangkan Periode II dimulai Juli hingga November 2026. Pembagian ini dilakukan agar monitoring, pendampingan, pengawasan, dan administrasi program dapat berjalan lebih optimal.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai kebijakan Program Kampung Bahagia, tahapan pelaksanaan di tingkat RT, hingga peran perangkat daerah dan tenaga pendamping yang tergabung dalam Tim Monitoring Kampung Bahagia.
Melalui pelaksanaan Program Kampung Bahagia Periode II Tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi optimistis pembangunan berbasis partisipasi masyarakat akan semakin kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas lingkungan, mempererat persatuan warga, sekaligus mempercepat terwujudnya Kota Jambi BAHAGIA yang bersih, aman, harmonis, agamis, inovatif, dan sejahtera.