Perkuat Fasilitator Pendukung Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi Buka Kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi
Rabu, 29 April 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, resmi membuka kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi guna Mendukung Program Kampung Bahagia Kota Jambi Tahun 2026 dalam Bidang Infrastruktur, yang digelar di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Jambi, pada Rabu (29/04/2026).
Dengan tema “Jabatan Kerja Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan dan Drainase Perkotaan”, diikuti sebanyak 100 peserta, terdiri dari 50 peserta bidang pekerjaan jalan dan 50 peserta bidang drainase yang berasal dari tenaga kerja lokal serta unsur lembaga masyarakat fasilitator pendamping Program Kampung Bahagia, tenaga kerja lokal, serta unsur lembaga masyarakat, yang akan digelar 29 April hingga 05 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Program Kampung Bahagia tahun 2026 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya program hanya mencakup 67 RT, kini telah menjangkau 1.583 RT, dengan pada tahap pertama sebanyak 797 RT mulai mengusulkan pembangunan konstruksi lingkungan.
“Setiap RT minimal mengusulkan satu kegiatan pembangunan, bahkan rata-rata dua usulan. Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, akses menuju masjid, hingga penanganan drainase dan saluran tersumbat yang menyebabkan banjir,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, tingginya antusias masyarakat menunjukkan Program Kampung Bahagia mendapat respons positif. Namun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami mekanisme program secara menyeluruh.
Menurutnya, Pemerintah Kota Jambi telah mengatur secara jelas pelaksanaan Program Kampung Bahagia melalui Peraturan Wali Kota, mulai dari komponen kegiatan yang diperbolehkan, mekanisme pelaksanaan, hingga sistem pengawasan yang melibatkan inspektorat.
“Program ini memiliki aturan yang jelas. Semua sudah diatur, baik dari sisi pelaksanaan, pengawasan, maupun pertanggungjawabannya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tema besar Program Kampung Bahagia tahun ini difokuskan pada kebersihan lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia terkait kondisi darurat sampah nasional, termasuk di Kota Jambi.
Karena itu, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui sistem pengelolaan tertutup menggunakan OPBM (Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat).
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga agar lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kegiatan fasilitasi sertifikasi tenaga kerja konstruksi, Wali Kota Maulana menyebut, bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur di tingkat RT.
“Ini adalah pelatihan bagi fasilitator pendamping Kampung Bahagia untuk konstruksi jalan lingkungan dan drainase kecil. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, dari 67 RT terdapat 212 usulan pembangunan fisik,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri agar setiap proses pembangunan, mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan pekerjaan, mampu menjaga kualitas hasil pembangunan berbasis gotong royong masyarakat.
“Dinas PUTR hari ini memberikan pelatihan kepada seluruh fasilitator Kampung Bahagia agar memahami bagaimana menjaga kualitas pekerjaan konstruksi pada tahap pertama ini, dan akan berlanjut pada tahap berikutnya,” tutup Wali Kota Maulana.
Kegiatan fasilitasi sertifikasi ini sendiri bertujuan memberikan pengakuan legal dan penguatan kompetensi tenaga kerja lokal sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sekaligus memenuhi persyaratan hukum tenaga kerja konstruksi agar memiliki sertifikat kompetensi.
Selain itu, sertifikasi juga diharapkan mampu memastikan kesiapan tenaga kerja dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur secara profesional, menjaga kualitas infrastruktur lingkungan, meningkatkan efektivitas penanganan banjir, memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal, menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta meningkatkan akuntabilitas pembangunan daerah.
Program Kampung Bahagia tidak hanya menjadi program pembangunan berbasis masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan yang berkualitas di Kota Jambi.