Diza Paparkan Inovasi Pengelolaan Sampah Kota Jambi di Forum UCLG ASPAC, Dorong Kolaborasi Menuju Kota Berkelanjutan
Jumat, 07 Agustus 2026
Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus
Padang – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi kembali mendapat perhatian di tingkat regional.
Hal itu ditunjukkan melalui paparan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dalam forum Urban Waste Management yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika, Kota Padang, pada 5–7 Agustus 2026 tersebut mempertemukan pemerintah daerah, kementerian, organisasi non-pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta untuk berbagi praktik baik, inovasi, dan strategi pengelolaan sampah perkotaan di kawasan Asia Pasifik.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, forum ini juga menjadi ruang dialog kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola persampahan yang efektif, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan perkotaan di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Diza memaparkan implementasi Operator Pengumpul Sampah Berbasi Masyarakat (OPBM) yang diterapkan Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung transformasi pengelolaan sampah. Menurutnya, pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai mampu mendorong perubahan tata kelola yang lebih terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
"Paparan mengenai implementasi OPBM di Kota Jambi mendapat respons yang sangat positif. Ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kita lakukan mampu memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," ujar Diza, Jumat (07/08/2026).
Ia menegaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia, karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan kota.
"Ke depan kami akan terus melakukan pembenahan tata kelola persampahan, mulai dari pengurangan sampah dari sumbernya, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Kota Jambi akan semakin baik," tegasnya.
Diza juga mengungkapkan program Waste to Energy (WtE) yang telah dijalankan Kota Jambi sejak 2019 melalui kolaborasi bersama UCLG ASPAC. Program tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam mengelola sampah menjadi sumber energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dan pembangunan kota yang ramah lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan.
"Semoga sharing season dan diskusi ini dapat memberikan manfaat serta menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah perkotaan di daerah masing-masing," tutup Diza.