Jadi Keynote Speech Webinar ASN Siginjai Belajar, Wali Kota Jambi Tegaskan ASN Harus Memiliki Jiwa Melayani dan Tuntas Memberi Solusi

Kamis, 18 Juni 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN), baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai garda terdepan pelayanan publik yang harus sigap melayani dan mampu memberikan solusi tuntas kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan keynote speech pada Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 dengan tajuk “Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi”, yang berlangsung pada Kamis (18/06/2026) di Ruang Kerja Wali Kota Jambi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi itu diikuti sebanyak 1.120 peserta dari lingkungan Pemerintah Kota Jambi serta 68 peserta dari luar Pemerintah Kota Jambi.

Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Yakni :

1. M. Saleh Ridha, S.STP., M.E, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, dengan materi bertajuk “Sinergi Layanan 112: Gesit Bergerak, Cepat Menindak, dan Tuntas Menyelesaikan Aduan Warga”

2. Saiful Roswandi, S.Pd.I., M.H, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi, yang membahas tema “Membangun Budaya Integritas dan Standar Pelayanan Publik yang Amanah untuk Jambi yang Lebih Baik”

3. Noviardi, S.Kom, Sekretaris BKPSDMD Kota Jambi, dengan materi “Suara Responsif, Pelayanan Hebat”

Dalam arahannya, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi Kota Jambi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 03 Tahun 2025, yakni “Mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bahagia. Dimana, konsep Bahagia bukan hanya menggambarkan kondisi psikologis masyarakat, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai akronim dari Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota juga memaparkan capaian indikator makro pembangunan Kota Jambi yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tercatat sebesar 5,13 persen, tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka mengalami penurunan, inflasi tetap terkendali, serta rasio ketimpangan atau gini ratio menunjukkan perbaikan.

“Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan selama satu tahun terakhir berada pada jalur yang baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat kota Jambi,” katanya.

Lebih lanjut, Maulana juga menyoroti potensi sumber daya aparatur yang dimiliki Pemerintah Kota Jambi, yang memiliki ASN mencapai 10.067 orang, terdiri dari 4.342 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 5.725 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, jumlah aparatur yang besar tersebut harus diiringi dengan semangat pengabdian dan jiwa pelayanan publik yang kuat.

“Kalau setiap ASN memberikan satu pelayanan terbaik setiap hari kepada masyarakat, maka ada lebih dari 10 ribu pelayanan yang hadir setiap hari. Karena itu ASN harus memiliki jiwa melayani. Ketika berangkat dari rumah menuju kantor, niatkan untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa ASN memiliki tiga peran utama, yakni sebagai garda terdepan pelayanan publik, pelaksana kebijakan pemerintah, dan agen perubahan birokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan berbagai tantangan pelayanan publik saat ini, mulai dari meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan transparan, tingginya ekspektasi publik, hingga percepatan digitalisasi pelayanan.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Menurutnya, era media sosial menuntut aparatur bekerja lebih profesional, sabar, dan disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

“Dari seratus pelayanan yang baik, sering kali satu pelayanan yang dianggap kurang memuaskan justru menjadi sorotan. Karena itu penting bagi seluruh ASN untuk bekerja sesuai SOP dan terus meningkatkan kualitasnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai strategi menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan prosedur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan internal.

Berbagai layanan publik kini telah diarahkan ke sistem digital, mulai dari layanan kependudukan, perizinan, perpajakan hingga pengelolaan pengaduan masyarakat melalui aplikasi JAGA.

“Ke depan seluruh pelayanan akan semakin terintegrasi secara digital. Masyarakat cukup menggunakan satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan pemerintah. Ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik masa depan,” jelas Maulana.

Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya integritas ASN dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, serta menjauhi praktik pungutan liar.

“ASN sudah mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja. Karena itu jangan sampai ada yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Hindari pungli dan berikanlah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam keynote speech tersebut, Maulana juga memaparkan berbagai program unggulan yang menjadi bagian dari visi Kota Jambi Bahagia, yakni Kartu Bahagia, Balikat, Bank Harkat, Rumel, Lansia Bahagia, Kampung Bahagia, Kota Tangguh, Bahagia Berbudaya, Apel Kota, Balap, dan Call Center Bahagia 112.

Menurutnya, Program Kampung Bahagia menjadi salah satu instrumen penting dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung melalui kolaborasi antara RT, Lurah, Camat, dan warga masyarakat.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat melalui OPBM (Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat) serta memperkuat keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV terintegrasi yang terhubung Jambi City Operation Center (JCOC) Pemkot Jambi.

“Pada tahap pertama, pemasangan CCTV melalui Program Kampung Bahagia telah selesai dilaksanakan. Ke depan akan dipasang sekitar -+ 1.100 unit CCTV integratif yang diharapkan mampu menekan angka kriminalitas dan meningkatkan rasa aman serta nyaman untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri menyampaikan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan kompetensi ASN guna menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa tema “Jambi Bahagia: Sigap Melayani, Tuntas Memberi Solusi” bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur pemerintah.

“Sigap melayani berarti ASN harus memiliki kepekaan, kecepatan, dan kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik. Sedangkan tuntas memberi solusi mengandung makna bahwa pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyelesaikan administrasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas setiap persoalan masyarakat,” ujar Rizalul Fikri.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut seluruh peserta dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK yang meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.