Kolaborasi Jambi-Pekanbaru Menguat, MoU dan PKS Ditandatangani pada Gala Dinner GCMC IMT-GT ke-9 Tahun 2026
Kamis, 06 Agustus 2026
Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus
PEKANBARU - Semangat kolaborasi dalam bingkai budaya Melayu serta komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik mewarnai penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kota Pekanbaru, serta perjanjian kerja sama (PKS) antara DPMPTSP Kota Jambi dan DPMPTSP Kota Pekanbaru pada Rabu (5/8/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, dilaksanakan bertepatan dengan penyelenggaraan Gala Dinner Green Cities Mayors Council (GCMC) Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9 Tahun 2026.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi dan Wali Kota Pekanbaru menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Jambi dan Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait Replikasi Sistem Informasi Perizinan Akuntabel, Mudah, Amanah, dan Nyaman (SIP AMAN) sebagai salah satu inovasi pelayanan publik.
Momentum itu menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat, pertukaran gagasan, dan kolaborasi yang berkelanjutan antardaerah.
Lebih dari sekedar seremoni, penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk saling memperkuat potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, pengembangan ekonomi daerah, transformasi digital, penguatan pelayanan publik, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Usai penandatanganan, Wali Kota Jambi dokter Maulana, kepada sejumlah awak media menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Pekanbaru atas diselenggarakannya penandatanganan MoU dan PKS dalam rangkaian forum GCMC IMT-GT itu.
“Kerja sama ini bukan sekedar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun kepercayaan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Kota Jambi dan Kota Pekanbaru memiliki banyak kesamaan sekaligus berbagai keunggulan yang dapat saling melengkapi demi mendorong pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Maulana.
Sementara, penandatanganan perjanjian kerja sama terkait replikasi aplikasi SIP AMAN merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat transformasi digital, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan investasi.
“Kami meyakini bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan membangun kolaborasi. Karena itu, sinergi menjadi salah satu kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru atas sambutan yang luar biasa. Semoga pertemuan ini menjadi awal bagi lahirnya berbagai kolaborasi yang lebih besar, tidak hanya bagi Kota Jambi dan Kota Pekanbaru, tetapi juga bagi kemajuan kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Riau diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Helmi D, mengapresiasi Gala Dinner yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dua daerah tersebut. Kata Helmi, acara itu bukan sekedar agenda pelengkap dari rangkaian kegiatan GCMC IMT-GT, melainkan menjadi ruang diplomasi yang mempertemukan para pemimpin daerah dalam suasana yang lebih hangat dan penuh keakraban.
“Pemerintah Provinsi Riau merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi para delegasi GCMC IMT-GT ke-9. Melalui Gala Dinner ini, kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan sehingga hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas forum pertemuan, tetapi juga menjadi persahabatan yang berkelanjutan,” katanya.
Pemilihan Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Melayu kepada para tamu dari berbagai daerah dan negara.
“Forum seperti ini memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk saling mengenal lebih dekat di luar agenda resmi. Kami berharap kebersamaan yang terjalin malam ini dapat memperkuat komitmen seluruh anggota GCMC IMT-GT dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan identitas masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, keramahan, dan penghormatan kepada tamu.
“Malam ini kami tidak hanya menyambut para delegasi dengan jamuan makan malam, tetapi juga memperkenalkan jati diri masyarakat Melayu yang kaya akan adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan. Kami berharap setiap tamu membawa pulang pengalaman yang berkesan tentang Pekanbaru dan Provinsi Riau,” tuturnya.
Wali Kota Pekanbaru itu menambahkan, hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui forum resmi, tetapi juga lahir dari komunikasi yang terbuka dan saling menghargai. Karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru mendukung penyelenggaraan forum internasional sebagai wadah bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mewujudkan kota yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
"Kami percaya hubungan yang baik selalu diawali dengan saling mengenal dan saling menghargai. Melalui kebersamaan malam ini, kami berharap terbangun jejaring yang semakin kuat, sehingga berbagai gagasan dan inovasi yang lahir dari forum GCMC IMT-GT dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata bagi kemajuan kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kerja sama antardaerah menjadi semakin keniscayaan terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, mulai dari keterbatasan fiskal, meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, hingga tuntutan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. Dalam situasi seperti ini, sinergi tidak lagi sekadar menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mempercepat pembangunan serta menghadirkan berbagai terobosan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan investasi, memperluas pemanfaatan teknologi dan inovasi, serta membuka ruang yang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian, setiap keberhasilan yang dicapai oleh satu daerah dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi daerah lainnya, sehingga pembangunan dapat berlangsung secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Semangat inilah yang menjadi landasan bagi Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus membangun hubungan yang produktif, dengan keyakinan bahwa tantangan yang dihadapi pada masa kini akan lebih mudah diatasi melalui kerja sama yang kuat, saling mendukung, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.