Maulana: Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga hingga Ruang Publik yang Ramah
Jumat, 07 Agustus 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Jambi, Jumat (07/08/2026) di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, kehadiran keduannya menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi dalam pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak.
Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Pemerintah Kota Jambi menekankan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Wali Kota Maulana mengatakan, pola pengasuhan yang baik menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat berbagai program pendukung, mulai dari pendidikan parenting melalui Bunda PAUD, layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan pendidikan, hingga Program Kampung Bahagia yang mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Selain penguatan keluarga, Pemkot Jambi juga terus menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi anak. Berbagai taman kota, kawasan pedestrian, hingga ruang terbuka hijau dikembangkan agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang bermain, belajar, dan berinteraksi bagi anak bersama keluarga.
"Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berekspresi. Karena itu, pembangunan kota harus memperhatikan kebutuhan anak sehingga mereka memiliki ruang yang sehat untuk belajar, bermain, dan berkembang," ujar Maulana.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Jambi saat ini telah menyandang predikat Kota Layak Anak kategori Utama, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan kabupaten/kota layak anak di Indonesia. Saat ini Kota Jambi kembali menjalani proses evaluasi untuk mempertahankan capaian tersebut.
Di sisi lain, Maulana mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi pola pengasuhan. Menurutnya, orang tua perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengabaikan interaksi sosial dan pendidikan karakter.
"Di era digital saat ini, peran ayah dan ibu menjadi semakin penting. Pengasuhan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi memerlukan dukungan lingkungan, tetangga, sekolah, dan komunitas agar anak tetap tumbuh dalam suasana yang sehat dan penuh perhatian," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, M.E., mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun kota yang inklusif, aman, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak.
Ia menyebutkan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini melibatkan anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang, termasuk anak penyandang disabilitas. Keterlibatan mereka menjadi bentuk penghormatan terhadap hak anak untuk berpartisipasi, berekspresi, mengembangkan bakat, serta memperoleh kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.
"Setiap anak memiliki potensi luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka memperoleh ruang untuk berkembang, berkarya, dan menginspirasi," ujarnya.
Noverintiwi menambahkan, keberhasilan Kota Jambi meraih predikat Kota Layak Anak kategori Utama merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga keluarga.
Pemerintah Kota Jambi berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Jambi sebagai kota yang benar-benar ramah, inklusif, aman, dan membahagiakan bagi setiap anak.