Pemkot Jambi Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Rakor Pokjanal DBD Tahun 2026

Selasa, 14 April 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Tahun 2026 yang digelar di Aula Baperida Kota Jambi, pada Selasa (14/04/2026).

Rakor tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan angka kasus DBD yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat pasca memasuki musim penghujan.

Rakor dipimpin secara langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahmi .SP, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ibu Dr. dr. ELVI ROZA, M.Kes. Dengan turut diikuti Kepala OPD terkait di Lingkup Pemerintah Kota Jambi, Camat dan Lurah se- Kota Jambi, Kepala Puskesmas se- Kota Jambi, Ketua Tim Pembimbing, serta Ketua Perwakilan, hingga TP- PKK Kota Jambi selaku peserta.

Mewakili Wali Kota Jambi, Fahmi dalam sambutannya menyampaikan bahwa DBD merupakan penyakit endemik yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bahkan epidemi.

“DBD tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, hingga ketahanan daerah. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dan koordinasi lintas sektor yang kuat dalam penanganannya,” ujarnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Secara global, kasus DBD pada tahun 2025 mencapai lebih dari 3,6 juta infeksi dengan hampir 2.000 kematian di hampir 100 negara. Di Kota Jambi sendiri, tren menunjukkan penurunan, dari 638 kasus pada tahun 2024 menjadi 507 kasus pada tahun 2025.

Sementara itu, berdasarkan data nasional, tren penurunan kasus juga terlihat sejak akhir tahun 2025, dengan 4.383 kasus pada Januari 2026 dan 2.489 kasus pada Februari 2026.

Fahmi menekankan bahwa perubahan iklim, urbanisasi, kepadatan penduduk, serta perilaku hidup masyarakat menjadi faktor penting dalam penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Untuk itu, upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus serta program Satu Rumah Satu Jumantik harus terus digalakkan.

“Peran Pokjanal DBD menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas sektor,” tambahnya.

Melalui Rakor Pokjanal DBD ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat memperkuat sinergi, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam mencegah dan mengendalikan DBD di kota Jambi.

“Rakor ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam upaya bersama melindungi masyarakat dari ancaman DBD,” tutup Fahmi.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi, Kamal Firdaus dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Rakor Pokjanal DBD tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

“Tentu harapan kita melalui Rakor ini, kasus DBD di Kota Jambi dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut juga menghadirkan tiga narasumber, yakni:

1. Asisten I Setda Kota Jambi yang akan memaparkan terkait penguatan koordinasi lintas sektor, dan pada setiap RT memanfatkan program Kampung Bahagia untuk lingkungan bersih.

2. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza, terkait situasi DBD tahun 2026,dan pencegahan berkembang nya nyamuk.

3. Camat Paalmerah, Abdul Sadam S.Pd, yang akan memaparkan praktik lapangan pengendalian DBD.

Kota Jambi Dengan jumlah penduduk mencapai 654.194 jiwa dan kepadatan 3.738 jiwa/km², tantangan pengendalian DBD di Kota Jambi memerlukan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, dengan berbagai program unggulan. Seperti Call Center Bahagia 112 diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat Pemkot Jambi tersebut.