Pemkot Jambi Perluas Akses PAUD, TK Negeri Pembina 6 Mulai Dibangun

Senin, 24 Agustus 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan sejak usia dini terus diperkuat. Salah satunya melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina 6 Kota Jambi di Jalan Swadaya Raya RT 07, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., dan Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., Senin (24/08/2026).

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiono, Ketua DPC PP PAUD Kota Jambi Hj. Sri Hartati Ridwan, jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta unsur terkait lainnya.

Pembangunan TK Negeri Pembina 6 merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Jambi untuk memperluas akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas, terjangkau, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun.

Bagi Pemkot Jambi, pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini bukan sekadar penambahan infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pendidikan pada fase awal kehidupan memiliki peran penting dalam membangun karakter, kecerdasan, kemampuan sosial, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, Pemerintah Kota Jambi memiliki target untuk memperkuat keberadaan TK Negeri di seluruh wilayah kecamatan. Target tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan pendidikan kepada keluarga.

“Insyaallah kami akan perjuangkan di Kota Jambi, satu kecamatan satu sekolah TK Negeri. Mohon doanya,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan masih adanya anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan PAUD hanya karena persoalan akses maupun biaya.

“Adanya kewajiban pendidikan satu tahun sebelum masuk SD sudah menjadi bagian penting yang harus kita pastikan terpenuhi bagi seluruh anak-anak kita. Karena itu, kehadiran pemerintah sangat penting, terutama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan akses dan biaya pendidikan,” jelasnya.

Menurut Maulana, pendidikan PAUD yang diselenggarakan pihak swasta pada kondisi tertentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, Pemkot Jambi terus berupaya menghadirkan satuan pendidikan negeri di wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Kita ingin mendekatkan akses pendidikan kepada masyarakat, sehingga cakupan anak-anak kita yang mendapatkan pendidikan satu tahun sebelum SD dapat mencapai 100 persen,” tegasnya.

Maulana menjelaskan, pemetaan kebutuhan PAUD terus dilakukan bersama Bunda PAUD dan jajaran Pemerintah Kota Jambi. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah perumahan baru di Bagan Pete dan sekitarnya.

Menurutnya, kawasan tersebut berkembang cukup pesat dengan ribuan unit perumahan baru yang mayoritas dihuni keluarga muda. Kondisi itu secara otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap layanan pendidikan anak usia dini.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

“Kawasan perumahan baru seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah. Berbeda dengan kawasan perumahan yang sudah lama, di mana banyak penghuninya sudah lanjut usia dan anak-anak mereka sudah besar. Di sini banyak keluarga muda yang memiliki anak-anak usia balita dan membutuhkan layanan PAUD,” ungkap Maulana.

Selain persoalan akses pendidikan, keberadaan sekolah yang dekat dengan permukiman juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan anak.

Maulana menyoroti kondisi lalu lintas di sekitar kawasan tersebut yang cukup padat dan dilalui kendaraan besar. Menurutnya, keberadaan TK Negeri Pembina 6 di kawasan permukiman akan memberikan pilihan pendidikan yang lebih dekat sekaligus meningkatkan keamanan bagi anak-anak.

“Persoalannya, ketika mereka ingin mendapatkan pendidikan PAUD, mereka harus menyeberangi jalan lintas yang lalu lintasnya sangat padat. Kendaraan besar juga banyak melintas. Ini tentu sangat berbahaya dan memiliki risiko kecelakaan,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah serta BPMP Provinsi Jambi, terhadap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

“Alhamdulillah, dua bidang lahan yang sertifikatnya sudah clear dapat kita manfaatkan. Hari ini pembangunan sudah mulai dilakukan,” ujarnya.

Maulana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk memastikan pendidikan PAUD Negeri dapat diakses masyarakat tanpa terbebani biaya pendidikan.

“Nanti setelah fasilitas ini selesai, anak-anak di kawasan ini wajib kita dorong untuk mendapatkan pendidikan di sini. Insyaallah, Pemerintah Kota Jambi akan menggratiskan pembiayaan pendidikan untuk PAUD Negeri,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para Ketua RT dan warga sekitar, bersama-sama menjaga dan mengawal pembangunan TK Negeri Pembina 6 agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Jangan sampai masih ada anak-anak kita yang tidak mengikuti pendidikan anak usia dini hanya karena persoalan biaya ataupun akses,” tegasnya.

Sejalan dengan pengembangan kawasan permukiman, Pemkot Jambi juga terus memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Maulana mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan dan mengusulkan pembangunan fasilitas kesehatan baru di kawasan tersebut.

“Di kawasan ini nantinya kita juga akan membangun fasilitas kesehatan. Kita sudah mengusulkan satu di sini dan satu di lokasi lainnya untuk melengkapi akses pelayanan bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan merupakan konsekuensi dari perkembangan wilayah perkotaan yang semakin meluas. Karena itu, pembangunan infrastruktur pelayanan dasar harus mengikuti pertumbuhan kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi, lanjut Maulana, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dalam pola tersebut, pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembangunan, sementara pemerintah daerah menyiapkan lahan sekaligus memastikan pelayanan dapat berjalan secara optimal.

“Bagi saya sebagai Wali Kota Jambi, yang paling penting bukan siapa yang membangun. Apakah dibangun oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, ataupun pemerintah kota, tidak menjadi persoalan. Yang paling penting adalah masyarakat Kota Jambi yang menikmati manfaatnya,” tegas Maulana.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin dekat, mudah, berkualitas, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Jambi.

“Tujuan kita sederhana: bagaimana pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kota Jambi semakin dekat, semakin mudah, semakin berkualitas, dan bisa dirasakan seluruh masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.

Secara teknis, pembangunan TK Negeri Pembina 6 dilaksanakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TK Negeri Pembina 6 Kota Jambi. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 150 hari kalender.

Pembangunan ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan pembangunan sekolah unggul Garuda. Pelaksanaan teknis program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Nomor 1 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar, PAUD, dan PNF Tahun 2026.

Kehadiran TK Negeri Pembina 6 diharapkan menjadi salah satu langkah nyata Pemkot Jambi dalam memperluas dan memeratakan akses pendidikan anak usia dini, khususnya bagi masyarakat di kawasan Bagan Pete dan sekitarnya.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan arah pembangunan pendidikan Kota Jambi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses, tetapi juga pemerataan dan kualitas layanan.

Dengan memperkuat pendidikan sejak usia dini, Pemkot Jambi berharap fondasi pembangunan sumber daya manusia dapat dibangun semakin kokoh, sehingga lahir generasi Kota Jambi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Kota Jambi BAHAGIA, dengan menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.