Serah Terima Manfaat Kampung Bahagia Tahap I, Pemkot Jambi Targetkan Potensi Pengembangan Kampung Wisata

Sabtu, 08 Agustus 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pembangunan berbasis masyarakat melalui Program Kampung Bahagia, sebuah program yang mendorong masyarakat terlibat langsung dalam menentukan kebutuhan, melaksanakan pembangunan, hingga memanfaatkan hasilnya di lingkungan masing-masing.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui serah terima hasil Program Kampung Bahagia Tahap I Tahun 2026 kepada 15 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo.

Kegiatan dipusatkan di RT 26 Kelurahan Rawasari, Sabtu (08/08/2026), dengan diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan berita acara Program Kampung Bahagia Tahap I oleh Wali Kota Jambi bersama 15 Ketua RT penerima program. Yakni, RT 03, RT 06, RT 08, RT 09, RT 10, RT 15, RT 16, RT 18, RT 20, RT 22, RT 23, RT 25, RT 26, RT 29 dan RT 32 Kelurahan Rawasari.

Program Kampung Bahagia dirancang untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lingkungan. Melalui mekanisme tersebut, pembangunan tidak semata-mata datang dari pemerintah, tetapi direncanakan dan dikerjakan bersama masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, kekuatan utama Program Kampung Bahagia terletak pada keterlibatan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pemanfaatan hasil pembangunan.

“Semua hasil ini sudah diserahkan langsung kepada masyarakat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Itulah istimewanya Kampung Bahagia,” ujar Maulana.

Menurutnya, setiap pembangunan yang dilakukan melalui Kampung Bahagia diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tingkat lingkungan. Karena itu, gotong royong menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.

“Setiap tetesan keringat masyarakat yang ikut bergotong royong akan menjadi pahala untuk kita bersama. Ini seratus persen dikerjakan melalui Kampung Bahagia,” katanya.

Di Kelurahan Rawasari, Program Kampung Bahagia Tahap I telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, drainase, rabat beton, serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Selain pembangunan fisik, program tersebut juga dimanfaatkan untuk pengadaan sarana bersama seperti tenda, kursi, sound system dan perlengkapan lainnya yang dapat digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Maulana mengapresiasi pelaksanaan program di Kelurahan Rawasari yang menurutnya menunjukkan bahwa Kampung Bahagia dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lingkungannya.

“Kami melihat gotong royong fisiknya luar biasa. Ada drainase, ada rabat beton, ada kegiatan perbaikan jalan dan tempat ibadah. Kemudian ada juga fasilitas untuk kegiatan masyarakat. Komponen-komponen yang ada dalam regulasi Kampung Bahagia dijalankan dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, fasilitas yang dibangun maupun dibeli melalui program tersebut merupakan aset yang manfaatnya dikembalikan kepada masyarakat dan dapat digunakan secara bersama-sama.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Bahkan, sejumlah fasilitas pendukung kegiatan masyarakat yang digunakan dalam kegiatan serah terima tersebut merupakan hasil Program Kampung Bahagia, termasuk perlengkapan kesenian dan fasilitas kegiatan RT.

“Datang tadi kami disambut kelompok rebana. Alat musiknya juga dari Kampung Bahagia. Sound system milik RT 29, termasuk tenda. Ini menunjukkan bahwa program benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur dan fasilitas sosial, Program Kampung Bahagia juga diarahkan untuk memperkuat kualitas lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat atau OPBM.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Jambi secara langsung menempelkan stiker OPBM pada kendaraan roda tiga atau bentor yang digunakan untuk mendukung operasional pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat.

Menurut Maulana, penguatan pengelolaan sampah di tingkat RT merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Tadi juga sudah dilakukan penyerahan gerobak motor untuk mendukung OPBM, program tata kelola sampah berbasis masyarakat,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan setelah pembangunan dilaksanakan.

Melihat manfaat yang telah dirasakan masyarakat, Wali Kota Jambi meminta pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026 segera dipersiapkan dan dilaksanakan.

Ia meminta masyarakat melalui RT dan kelompok kerja segera menyelesaikan proses rembuk warga, menentukan skala prioritas, menyusun proposal serta melengkapi administrasi yang diperlukan.

“Tahap dua silakan dipercepat proposalnya. Bulan sembilan harus sudah gotong royong. Batas waktu sampai bulan dua belas harus selesai. Kalau tidak selesai, dananya dikembalikan,” tegas Maulana.

Ia mengatakan, dukungan anggaran untuk tahap kedua telah disiapkan. Karena itu, percepatan proses di tingkat masyarakat menjadi penting agar pembangunan dapat segera dilaksanakan dan manfaatnya dirasakan warga.

“Dana sudah standby. Tinggal bagaimana proses rembuk masyarakat, kemudian menghasilkan prioritas dan proposal, membuka rekening POKJA, dan kami siap ditransfer ke rekening POKJA,” jelasnya.

Maulana menegaskan, keberlanjutan Program Kampung Bahagia merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat pembangunan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Pembangunan jalan lingkungan, drainase, fasilitas sosial, sarana kegiatan masyarakat hingga pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan secara terpadu dan sesuai kebutuhan masing-masing kampung.

Pemkot Jambi juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan dan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Sementara pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah terkait.

Ke depan, Program Kampung Bahagia juga diarahkan untuk membuka potensi pengembangan kampung wisata, UMKM dan ekonomi masyarakat di tingkat RT. Dengan demikian, program tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berkembang menjadi upaya memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

“Harapannya Kampung Bahagia bukan hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, menjaga kebersihan, serta membuka ruang bagi UMKM dan potensi wisata di setiap kampung,” ujar Maulana.

Ketua RT 29 Kelurahan Rawasari, Panghutan Sitanggang, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I di 15 RT telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan, drainase serta pengadaan tenda, kursi, mikrofon dan berbagai fasilitas pendukung kegiatan masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi, khususnya Wali Kota Jambi, karena melalui Program Kampung Bahagia masyarakat di tingkat RT mendapatkan kesempatan untuk mengelola dan menentukan pemanfaatan dukungan pemerintah sesuai kebutuhan lingkungannya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota. Di zaman Bapak sebagai Wali Kota Jambi, RT 29 dapat mengelola bantuan pemerintah dan melakukan pembangunan di wilayah kami,” ungkapnya.

Ia berharap Program Kampung Bahagia dapat terus berlanjut sehingga pembangunan berbasis masyarakat dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Melalui Program Kampung Bahagia, Pemerintah Kota Jambi terus membangun pendekatan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, dikerjakan bersama masyarakat dan hasilnya kembali untuk masyarakat. Semangat gotong royong tersebut menjadi fondasi untuk membangun lingkungan yang lebih bersih, aman, nyaman, mandiri dan produktif, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Kegiatan serah terima Program Kampung Bahagia Tahap I tersebut turut dihadiri, Kepala OPD terkait dilingkungan Pemkot Jambi, Camat Alam Barajo Andika Wahyu Ramadhanto, S.I.P., Lurah Rawasari Repulis, S.E., Ketua FKRT Kota Jambi H. Suparyono, para Ketua RT se-Kelurahan Rawasari, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.