Dorong UMKM Naik Kelas dan berdaya Saing Wali Kota Maulana kukuhkan 35 kelompok UMKM Binaan

Selasa, 04 Agustus 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara langsung mengukuhkan Kelompok UMKM Binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jambi Tahun 2026, bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (04/08/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong para pelaku UMKM agar semakin kreatif, inovatif, profesional, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Kegiatan mengusung semangat “Bersama Membangun UMKM Kota Jambi yang Kuat, Profesional dan Berdaya Saing”. Pengukuhan kelompok UMKM binaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jambi Nomor 25 Tahun 2026 tentang Kelompok UMKM Binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jambi Tahun 2026.

35 kelompok UMKM dengan total 1.382 anggota resmi dikukuhkan. Jumlah tersebut terdiri dari 21 kelompok UMKM binaan Tahun 2025 dengan 881 anggota, serta 14 kelompok UMKM binaan baru Tahun 2026 dengan 465 anggota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan, Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa menempatkan UMKM sebagai salah satu sektor prioritas dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan perekonomian daerah.

Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan hanya menjadi bentuk pengakuan dan legalitas bagi kelompok UMKM, tetapi juga menjadi awal perjalanan untuk membangun UMKM Kota Jambi yang semakin kuat, profesional, tangguh, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Pengukuhan hari ini adalah awal perjalanan menuju UMKM Kota Jambi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdaya saing. UMKM Kota Jambi harus terus tumbuh bersama, naik kelas bersama, untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” ujar Wali Kota Maulana.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada para pelaku UMKM. Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas dan keterampilan, pelatihan usaha, pengurusan perizinan, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, penguatan digitalisasi usaha, hingga perluasan akses permodalan.

“Insyaallah, mereka akan terus mendapatkan pembinaan, pelatihan, bantuan pengurusan perizinan, mulai dari NIB, PIRT, sertifikasi halal, kemudian digitalisasi, termasuk akses permodalan melalui perbankan,” ungkapnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan tugas kolaboratif yang membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Inilah tugas kolaboratif dari OPD-OPD untuk membantu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas UMKM kita,” tambahnya.

Wali Kota Maulana juga mengungkapkan bahwa jumlah UMKM di Kota Jambi yang telah terdata saat ini mencapai sekitar 57 ribu pelaku usaha. Namun, masih terdapat sejumlah UMKM yang perlu didampingi dalam melengkapi berbagai persyaratan dan legalitas usaha.

“Total UMKM kita yang terdata ada sekitar 57 ribu. Dari jumlah tersebut, ada yang sudah memiliki izin tetapi belum mempunyai sertifikasi halal, ada yang belum memiliki PIRT, dan berbagai kebutuhan legalitas lainnya. Karena itu, Pemerintah Kota Jambi hadir untuk membantu dan memfasilitasi seluruh proses tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jambi, Liana Andriani dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan kelompok UMKM binaan bertujuan untuk memberikan legalitas formal sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dalam memperoleh pembinaan, pelatihan, perluasan pasar, promosi produk, kesempatan mengikuti bazar dan pameran, serta berbagai bentuk fasilitasi lainnya.

“Pengukuhan kelompok UMKM binaan ini bertujuan memberikan legalitas formal kepada kelompok UMKM dan memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM, di antaranya mendapatkan pembinaan dan pelatihan, kesempatan memperluas pasar melalui bazar dan pameran, serta berbagai kegiatan yang bekerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan,” ujar Liana.

Menurutnya, keberadaan kelompok UMKM binaan juga memberikan kemudahan bagi Pemerintah Kota Jambi dalam melakukan pendampingan serta memastikan produk-produk UMKM tetap memiliki kualitas yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Selain pembinaan dan perluasan pasar, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jambi juga terus melakukan pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha dan sertifikasi produk. Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki kelengkapan administrasi serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Liana menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat dicapai oleh pemerintah maupun pelaku usaha secara sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun UMKM yang tangguh dan berkelanjutan.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

“Keberhasilan UMKM tidak bisa dicapai sendiri. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan sangatlah krusial. Mari terus bergandengan tangan untuk mewujudkan UMKM yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan mampu naik kelas,” tegasnya.

Kegiatan pengukuhan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Djokas Siburian, S.E., Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, para Ketua kelompok UMKM binaan, serta para anggota UMKM.

Melalui pengukuhan tersebut, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak kepada pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan semangat Kreatif, Inovatif, Naik Kelas, Berdaya Saing, dan UMKM Tangguh, Pemerintah Kota Jambi optimistis UMKM akan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia.