Kebakaran Hanguskan 19 Rumah di Jelutung, Pemkot Jambi Siapkan Bantuan hingga Masa Pemulihan
Sabtu, 29 Agustus 2026
Penulis: Eko Oktavianus | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menangani musibah kebakaran yang melanda kawasan Cempaka Putih, RT 23, Kecamatan Jelutung, Sabtu (29/08/2026).
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., turun langsung meninjau lokasi sekaligus menemui warga yang terdampak kebakaran.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu siang tersebut menghanguskan sedikitnya 19 rumah warga. Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau 59 jiwa tercatat terdampak akibat musibah tersebut. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Begitu menerima laporan, Pemkot Jambi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi untuk melakukan penanganan serta pemadaman. Upaya tersebut berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merambat lebih luas ke permukiman di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, melaporkan api pertama kali terlihat dari bagian plafon salah satu rumah warga. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
"Laporan kebakaran kami terima pada pukul 13.51 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dengan waktu respons sekitar 12 menit," jelas Mustari.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Kondisi permukiman yang padat dengan bangunan yang berdempetan serta akses jalan yang sempit membuat petugas harus bekerja ekstra keras. Tiupan angin yang cukup kencang juga menyebabkan api lebih cepat menjalar.
Selain itu, kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi turut menjadi tantangan bagi petugas dalam menjalankan operasi pemadaman.
Untuk mengendalikan kobaran api, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 60 personel dengan dukungan 12 unit armada pemadam. Dalam proses pemadaman tersebut, sedikitnya 95.000 liter air digunakan hingga api berhasil dikendalikan.
Usai memastikan proses pemadaman berjalan, Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza kemudian meninjau langsung kondisi warga terdampak. Keduanya memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat dapat terpenuhi.
"Hari ini kami bersama dinas terkait, Damkar, Dinsos, Perkim, camat, lurah dan RT hadir bersama mengunjungi warga kita yang ditimpa musibah kebakaran," ujar Maulana.
Menurutnya, kawasan RT 23 Cempaka Putih merupakan permukiman yang cukup padat. Musibah kali ini juga menjadi salah satu kejadian kebakaran dengan jumlah rumah terdampak yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.
"Saya sudah melihat langsung ke lokasi. Ada 20 KK yang terdampak. Kami memberikan berbagai bantuan tanggap darurat dan bantuan lainnya selama masa pemulihan korban," katanya.
Maulana menegaskan, Pemkot Jambi akan memastikan seluruh kebutuhan warga selama masa tanggap darurat dapat terpenuhi. Penanganan juga dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan perangkat daerah dan sejumlah pihak lainnya.
"Kami memastikan semua proses tanggap darurat berjalan dengan baik. Hadir juga Baznas membantu tanggap darurat berupa bahan pokok dan jaminan pangan," jelasnya.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemkot Jambi juga menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang bagi warga terdampak, di antaranya tenda untuk tempat tinggal sementara, dapur umum, penerangan, air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Dinas Sosial Provinsi Jambi juga turut hadir dalam penanganan pascakebakaran dan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
"Insya Allah semaksimal mungkin kita berikan fasilitas tanggap darurat. Untuk anak-anak sekolah juga kita fasilitasi seragam dan kebutuhan sekolah lainnya," tegas Maulana.
Di tengah penanganan musibah tersebut, Wali Kota Maulana juga mengingatkan seluruh masyarakat Kota Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan meningkatnya suhu udara dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan keamanan rumah, khususnya instalasi listrik dan peralatan dapur.
"Kepada warga Kota Jambi, kita tahu saat ini kita mengalami musim kemarau yang cukup panjang, suhu juga meningkat. Maka berhati-hatilah mengawasi rumah masing-masing, terutama kelistrikan dan dapur. Kalau mau meninggalkan rumah, pastikan semuanya sudah aman," imbaunya.
Maulana berharap warga yang terdampak musibah diberikan kekuatan dan ketabahan. Ia memastikan Pemkot Jambi akan terus melakukan pendampingan serta memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga, baik pada masa tanggap darurat maupun tahap pemulihan.
"Mudah-mudahan warga kita yang terkena musibah ini diberikan ketabahan. Pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan tanggap darurat maupun bantuan lainnya bagi korban kebakaran ini," pungkas Wali Kota Maulana.