Perkuat Benteng Moral Generasi Muda, Majelis Bahagia Berselawat Diperluas ke 68 Kelurahan

Selasa, 25 Agustus 2026

Penulis: Agre Ilham Ramadhani | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi — Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah konkret untuk merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi geng motor dan kekerasan jalanan yang melibatkan kalangan remaja. Selain memperkuat langkah preventif dan penegakan ketertiban, Pemkot Jambi juga mengintensifkan pembinaan keagamaan melalui program Majelis Bahagia Bersholawat hingga ke tingkat kelurahan sebagai wadah penguatan akhlak, karakter, dan ketahanan moral generasi muda.

Langkah strategis tersebut ditegaskan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Magatsari, Kecamatan Pasar Jambi, Senin malam (25/08/2026).

Dalam arahannya, Maulana menyoroti dinamika kenakalan remaja, khususnya pada kelompok usia 14 hingga 19 tahun, yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial tanpa dibarengi filter moral serta nilai-nilai agama dapat memengaruhi perilaku dan karakter anak-anak muda.

“Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Saat ini kita melihat ada penurunan nilai-nilai mulia di tengah generasi muda akibat salah memanfaatkan media sosial. Hilang rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kerasnya hati hingga berani melukai sesama. Ini bukan budaya warga Kota Jambi,” tegas Maulana di hadapan ratusan jamaah dan tokoh masyarakat.

Menurut Wali Kota, kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya mengedepankan pendekatan hukum terhadap aksi kekerasan dan geng motor, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui keluarga, lingkungan masyarakat, pendidikan, serta pembinaan keagamaan.

“Anak-anak kita harus memiliki benteng. Benteng itu bukan hanya aturan dan pengawasan, tetapi juga akhlak, agama, perhatian keluarga, dan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Jambi akan mengukuhkan kepengurusan Majelis Bahagia Bersholawat secara serentak di 68 kelurahan se-Kota Jambi pada 8 September mendatang.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan yang dekat dengan masyarakat, khususnya keluarga dan generasi muda, melalui pengajian, pembacaan sholawat, serta kegiatan keagamaan secara rutin di lingkungan masing-masing.

“Majelis Bahagia Bersholawat ini kita kuatkan sampai ke 68 kelurahan. Kita ingin anak-anak muda memiliki ruang berkegiatan yang positif, berkumpul dalam suasana yang baik, dekat dengan masjid, ulama, dan masyarakat,” kata Maulana.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Selain persoalan sosial remaja, Maulana juga menaruh perhatian terhadap kondisi lingkungan dan potensi kebencanaan daerah, terutama di tengah musim kemarau serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak terhadap kualitas udara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ikhtiar, baik secara lahiriah maupun batiniah. Salah satunya dengan menggelar Shalat Istisqa, yakni shalat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Maulana mengimbau para ulama, tokoh agama, pengurus masjid, hingga masyarakat di seluruh wilayah Kota Jambi untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa secara berjamaah di lingkungan masing-masing.

“Selain ikhtiar lahiriah dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi titik api, ikhtiar batiniah melalui Shalat Istisqa juga sangat penting. Kita memohon kepada Allah SWT agar daerah kita terhindar dari bahaya kekeringan, kebakaran, dan bencana asap,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Magatsari semakin khidmat dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan ulama asal Palembang, Habib Syukri bin Ali Syahab.

Dalam tausiyahnya, Habib Syukri mengajak umat Islam untuk tidak sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menghidupkan sunnah dan memperbanyak sholawat sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah.

Menurutnya, sunnah Nabi Muhammad tidak semestinya dipahami sebatas amalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Lebih dari itu, sunnah merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dan menumbuhkan kecintaan kepada beliau.

“Sunnah sejatinya adalah perbuatan yang jika kita lakukan akan menyenangkan dan membahagiakan Rasulullah, membuat kita dicintai dan dekat dengan beliau. Sebaliknya, perkara makruh adalah perbuatan yang membuat Rasulullah bersedih dan menjauhkan kita dari beliau,” terang Habib Syukri.

Ia menjelaskan, sunnah mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari adab sebelum tidur, perilaku terhadap sesama, hingga ibadah seperti Shalat Dhuha dan Witir.

Habib Syukri juga menguraikan keutamaan membaca sholawat. Ia mengingatkan bahwa sholawat merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar karena Allah SWT memberikan rahmat kepada orang yang Bersholawat kepada Nabi Muhammad.

“Perbanyaklah sholawat. Sholawat bukan hanya amalan lisan, tetapi juga bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah,” pesannya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ia turut mengajak jamaah untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai motivasi dalam memperbaiki akhlak dan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berbakti kepada kedua orang tua.

Sebagai penutup tausiyah, Habib Syukri menyampaikan kisah tentang kerinduan para pencinta Rasulullah ketika berziarah ke Madinah. Kisah tersebut disampaikannya untuk menggugah hati umat agar semakin mencintai Nabi Muhammad dan mengikuti ajaran yang dibawanya.

“Sebagai umat Nabi Muhammad, hendaknya kita memiliki rasa rindu dan cinta kepada beliau. Rasa cinta itu kemudian kita wujudkan dengan memperbanyak sholawat, menghidupkan sunnah, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kota Jambi Rubi Salam, para Asisten dan Staf Ahli Sekretariat Daerah Kota Jambi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Ketua RT se-Kota Jambi, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Melalui penguatan Majelis Bahagia Bersholawat, Pemkot Jambi berharap tercipta lingkungan sosial yang semakin religius, harmonis, dan kondusif, sekaligus menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam mencegah kenakalan remaja, kekerasan jalanan, dan aksi geng motor di Kota Jambi.